Hasil Referendum Donbass Diumumkan, Mayoritas Warga Pilih Gabung Rusia

Rabu, 28 September 2022 - 12:42 WIB
loading...
Hasil Referendum Donbass...
Warga memberikan suaranya dalam referendum gabung Rusia di Donbass. Foto/tass
A A A
DONBASS - Mayoritas warga Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR) mendukung gagasan bersatu dengan Rusia. Hasil referendum itu diumumkan komisi pemilihan umum lokal.

Di DPR, lebih dari 99% pemilih mendukung gagasan bergabung dengan Rusia, menurut angka resmi awal.

Referendum di LPR menghasilkan hasil yang sama, dengan lebih dari 98% pemilih mendukung potensi reunifikasi. Di kedua republik, semua surat suara telah dihitung, menurut otoritas setempat.

Jajak pendapat dilakukan di republik-republik itu, serta di wilayah Zaporozhye dan Kherson Ukraina yang dikuasai Moskow, antara 23 dan 27 September.

Baca juga: Putin Tegaskan Prioritas Utama Rusia dalam Referendum Donbass

Kedua republik yang memisahkan diri dari Kiev setelah kudeta Maidan 2014 dan konflik di timur Ukraina setelahnya, telah menunjukkan partisipasi pemilih lebih dari 80% untuk referendum, menurut angka resmi.

Ukraina dan pendukung Baratnya telah menolak referendum untuk bergabung dengan Rusia sebagai pemungutan suara "palsu", bersumpah untuk tidak mengakui hasilnya terlepas dari hasilnya.

Presiden Ukraina Vladimir Zelensky memperingatkan hasil referendum gabung Rusia akan “membuat mustahil, dalam hal apa pun, untuk melanjutkan negosiasi diplomatik” dengan Moskow.

Baca juga: Putin Bongkar Habis Kebijakan Predator Barat Picu Krisis Pangan Global

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Luhansk di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014.

Mantan presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved