Heboh Pengungsi Cantik Ukraina Jadi Pelakor di Inggris, Kini Hubungan Kandas

Rabu, 28 September 2022 - 01:35 WIB
loading...
Heboh Pengungsi Cantik Ukraina Jadi Pelakor di Inggris, Kini Hubungan Kandas
Tony (kiri), pria Inggris yang meninggalkan istri dan dua anaknya demi pengungsi Ukraina Sofiia Karkadym. Namun, sekarang hubungan Tony dan Sofiia kandas. Foto/News Licensing/MEGA
A A A
LONDON - Seorang pria Inggris jadi pemberitaan media internasional ketika meninggalkan istri dan anak-anaknya untuk lari dengan pengungsi cantik Ukraina . Sekarang, hubungan pasangan kontroversialmereka kandas setelah pertikaian yang berkobar.

Tony Garnett (29) meninggalkan Lorna—ibu dari dua anaknya—setelah jatuh cinta pada pengungsi Ukraina, Sofiia Karkadym (22), yang telah mereka tampung di Inggris.

Tony, seorang penjaga keamanan mengejutkan orang-orang terkasih setelah mengakhiri 10 tahun pernikahannya hanya 10 hari setelah menyambut Sofiia ke rumah keluarga mereka dari Ukraina yang dilanda perang. Kejadian itu membuat si pengungsi Ukraina dijuluki perebut lelaki orang (pelakor).

Baca juga: Pengungsi Cantik Ukraina yang Kabur dengan Suami Orang Menolak Disebut Pelakor

Tapi sekarang Tony mengeklaim asmara angin puyuhnya dengan Sofiia telah berakhir secara dramatis setelah serangkaian pertengkaran sengit.

“Saya 100 persen selesai dengan dia. Kami selesai sebagai pasangan,” kata Tony kepada MailOnline, yang dilansir Selasa (27/9/2022).

Tony mengeklaim dia dan pasangan barunya itu berdebat pada Sabtu malam saat merayakan ulang tahunnya yang ke-30 di rumah mereka di Bradford, Inggris utara.

Namun malam itu berakhir dengan Tony menelepon polisi yang mendatangi mereka menyusul perselisihan.

Tony mengeklaim bahwa dia telah bekerja sangat keras dan melakukan segala upaya ekstra untuk membuat hubungan baru itu berhasil.

"Saya tahu kami akan terlihat seperti bajingan jika kami putus karena kami memiliki profil media dan semua perhatian yang diberikan kepada kami di televisi dan di Internet," katanya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1256 seconds (10.101#12.26)