China Dituduh Berupaya Mencuri Vaksin COVID-19 AS
Senin, 27 April 2020 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Cotton lantas meningkatkan retorika anti-China-nya dengan menyarankan pembatasan harus diberikan pada apa yang dapat dipelajari para pelajar dengan visa dari negara itu saat mereka belajar di AS.
"Jika pelajar China ingin datang ke sini dan mempelajari Shakespeare & the Federalist Papers, itulah yang perlu mereka pelajari dari Amerika. Mereka tidak perlu belajar komputasi kuantum," ujarnya yang mengusulkan pembatasan para pelajar China untuk belajar sains dan teknologi di universitas Amerika.
"Saya pikir kita perlu memperhatikan visa yang kita berikan kepada warga negara China yang datang ke AS untuk belajar," katanya. "Terutama di tingkat pascasarjana dalam bidang ilmiah dan teknologi canggih."
China belum berkomentar atas tuduhan tersebut. Beijing sendiri sebelumnya mengklaim bahwa vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan akan siap untuk dibagikan kepada pekerja medis pada September mendatang. Namun, vaksin baru bisa tersedia untuk umum pada awal tahun depan.
"Jika pelajar China ingin datang ke sini dan mempelajari Shakespeare & the Federalist Papers, itulah yang perlu mereka pelajari dari Amerika. Mereka tidak perlu belajar komputasi kuantum," ujarnya yang mengusulkan pembatasan para pelajar China untuk belajar sains dan teknologi di universitas Amerika.
"Saya pikir kita perlu memperhatikan visa yang kita berikan kepada warga negara China yang datang ke AS untuk belajar," katanya. "Terutama di tingkat pascasarjana dalam bidang ilmiah dan teknologi canggih."
China belum berkomentar atas tuduhan tersebut. Beijing sendiri sebelumnya mengklaim bahwa vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan akan siap untuk dibagikan kepada pekerja medis pada September mendatang. Namun, vaksin baru bisa tersedia untuk umum pada awal tahun depan.
(min)
Lihat Juga :