Presiden Raisi: Iran Harus Hadapi Aksi Protes dengan Tegas

Sabtu, 24 September 2022 - 19:40 WIB
loading...
Presiden Raisi: Iran...
Presiden Raisi: Iran Harus Hadapi Aksi Protes dengan Tegas. FOTO/Reuters
A A A
TEHERAN - Iran harus menangani secara tegas protes yang melanda negara itu setelah kematian seorang wanita dalam tahanan yang ditahan oleh polisi moral Republik Islam Iran. Hal itu diungkapkan Presiden Ebrahim Raisi , Sabtu (24/9/2022).

Setidaknya 35 orang dilaporkan tewas dalam aksi demonstrasi yang sudah berlangsung selama seminggu, menurut televisi pemerintah Iran. Aksi protes itu menyebar ke sebagian besar dari 31 provinsi negara itu.

Baca: Aksi Protes Terus Meningkat, Tentara Iran Tebar Ancaman

Pada hari Jumat, demonstrasi yang diselenggarakan oleh negara berlangsung di beberapa kota Iran untuk melawan protes anti-pemerintah, dan tentara berjanji untuk menghadapi "musuh" di balik kerusuhan tersebut.

Media pemerintah mengutip pernyataan Raisi melaporkan, Iran harus menangani dengan tegas mereka yang menentang keamanan dan ketenangan negara.

Raisi berbicara melalui telepon kepada keluarga seorang anggota pasukan sukarelawan Basij yang terbunuh saat mengambil bagian dalam tindakan keras terhadap kerusuhan di kota timur laut Mashhad.

“Presiden menekankan perlunya membedakan antara protes dan mengganggu ketertiban umum dan keamanan, dan menyebut peristiwa itu kerusuhan," sebut laporan media pemerintah.

Baca: Korban Tewas Demonstrasi di Iran Dilaporkan Capai 50 Orang

Protes pecah di barat laut Iran seminggu yang lalu di pemakaman Mahsa Amini, seorang wanita Kurdi berusia 22 tahun yang meninggal setelah mengalami koma menyusul penahanannya oleh polisi moral yang menegakkan aturan jilbab pada pakaian wanita.

Kematiannya telah menyalakan kembali kemarahan atas masalah-masalah termasuk pembatasan kebebasan pribadi di Iran, aturan berpakaian yang ketat untuk wanita dan ekonomi yang terguncang akibat sanksi.

Perempuan telah memainkan peran penting dalam protes, melambaikan dan membakar cadar mereka. Beberapa telah secara terbuka memotong rambut mereka ketika orang banyak yang marah menyerukan jatuhnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Baca: Tragedi Mahsa Amini - Iran Bergolak Saat Rakyat Tuntut Keadilan

Protes adalah yang terbesar yang melanda negara itu sejak demonstrasi mengenai harga bahan bakar pada 2019, ketika Reuters melaporkan 1.500 orang tewas dalam tindakan keras terhadap pengunjuk rasa. Itu adalah konfrontasi paling berdarah dalam sejarah Republik Islam.

Kantor berita Iran melaporkan pada hari Sabtu bahwa 739 pengunjuk rasa telah ditangkap di provinsi utara Gilan, di Laut Kaspia. Akun Twitter aktivis 1500tasvir, yang memiliki 125.000 pengikut, mengatakan saluran komunikasi dengan kota barat laut Oshnavieh telah terputus, dan sambungan telepon rumah terputus.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Trump: Jika Bukan karena...
Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini
Rekomendasi
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
Berita Terkini
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved