Menlu Ukraina Ledek Lavrov: Diplomat Rusia 'Kabur' Hampir Sama Seperti Tentara Rusia

Jum'at, 23 September 2022 - 10:07 WIB
loading...
A A A
“Saya duduk di sini pada bulan Februari, mendengarkan perwakilan Rusia meyakinkan dewan ini bahwa Rusia tidak berniat menyerang tetangganya,” kata Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly dalam pidatonya sendiri di Dewan Keamanan PBB.

“Kami sekarang tahu itu bohong. Dan hari ini, saya telah mendengarkan angsuran lebih lanjut dari katalog distorsi, ketidakjujuran, dan disinformasi Rusia. Dia telah meninggalkan ruangan. Saya tidak terkejut. Saya tidak berpikir Tuan Lavrov ingin mendengar kecaman kolektif dari dewan ini,” imbuhnya.

Baca: Inggris: Putin Langgar Janjinya, Bukti Invasi ke Ukraina Gagal

Pernyataan panjang Lavrov lantas menginterupsi serangkaian kecaman ketika ia menawarkan penolakan besar-besaran terhadap keluhan Internasional dengan mengklaim bahwa perang itu "tidak terhindarkan" karena pilihan Barat dan Ukraina.

Ia juga menyangkal bertanggung jawab atas kekejaman yang dilaporkan di daerah-daerah yang diduduki oleh pasukan Rusia. Namun kredibilitasnya berada di bawah tekanan karena perang.

Lavrov menyatakan bahwa pejabat Ukraina "melakukan" pembantaian di Bucha, sebuah komunitas di luar Kiev yang diduduki oleh pasukan Rusia selama upaya mereka untuk merebut Ibu Kota awal tahun ini, sebagai cara untuk menyabot negosiasi untuk mengakhiri konflik.

“Fakta bahwa itu dipentaskan tidak meninggalkan keraguan dalam pikiran siapa pun,” kata Lavrov, melalui penerjemah PBB.

"Tidak ada yang menyebut Bucha selain kami. Tolong tuntut pihak berwenang Ukraina guna mengambil langkah sederhana untuk mempublikasikan informasi tentang orang-orang yang mayatnya diperlihatkan di Bucha...Sekretaris Jenderal, tolong gunakan otoritas Anda untuk ini," seru Lavrov.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Iran Murka Inggris Beri...
Iran Murka Inggris Beri Izin AS Gunakan Pangkalan Militer Serang Wilayahnya: Tanggung Akibatnya!
Rekomendasi
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Viral Kabar Kanye West...
Viral Kabar Kanye West Bakal Manggung di Jakarta Oktober 2026, Netizen Antusias War Tiket!
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved