Memanas, China Respons Mobilisasi 300 Ribu Pasukan Cadangan Rusia

Rabu, 21 September 2022 - 18:04 WIB
loading...
Memanas, China Respons...
Wajib militer Rusia menghadiri upacara sebelum keberangkatan mereka ke garnisun di Omsk, Rusia, pada 17 Juni 2022. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China menanggapi pengumuman mobilisasi militer parsial di Rusia dengan menyerukan penyelesaian damai konflik bersenjata di Ukraina.

“Posisi China bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam krisis keamanan harus menahan diri dan mencari solusi yang dapat diterima bersama telah konsisten dan jelas,” ungkap Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Dia mengatakan hal itu kepada wartawan selama pengarahan harian pada Rabu (21/9/2022), seperti dikutip sejumlah kantor berita.

Baca juga: Serbia Peringatkan Perang Global Segera Terjadi, Negara-negara Kecil Waspadalah!

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi beberapa anggota cadangan militer pada Rabu.

Dalam pidato video kepada seluruh negara itu, dia mengatakan tindakan itu diperlukan karena situasi di Ukraina, di mana pasukan Rusia menghadapi “seluruh mesin militer Barat.”

Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergey Shoigu mengatakan departemennya sedang berusaha mendaftar ke dinas aktif sekitar 300.000 pasukan cadangan.

Baca juga: Reaktor Nuklir Jerman Bocor, Keamanan Energi Makin Terancam

Shoigu akan memprioritaskan pasukan cadangan yang memiliki pengalaman tempur dan profesi tertentu yang diperlukan untuk mempertahankan kampanye Ukraina.

“Pasukan akan menerima pelatihan tambahan sebelum diterjunkan,” papar menteri pertahanan Rusia.

Dia berjanji pasukan cadangan akan dikirim ke posisi defensif di sepanjang garis depan sepanjang 1.000 km.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Luhansk di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014. Mantan presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Beijing telah mengecam operasi militer Rusia, tetapi mengakui manfaat dari tindakan Moskow. Pemerintah China percaya ekspansi NATO menuju perbatasan Rusia menjadi penyebab utama permusuhan.

China telah menolak bergabung dengan Amerika Serikat dan sekutunya dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, menyebut pendekatan itu ilegal dan merusak perdamaian.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved