Ukraina: Referendum Rusia Hancurkan Kemungkinan Solusi Diplomatik

Rabu, 21 September 2022 - 07:31 WIB
loading...
Ukraina: Referendum...
Ukraina: Referendum Rusia Hancurkan Kemungkinan Solusi Diplomatik. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Setiap referendum untuk bergabung dengan Rusia di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia akan menghancurkan jendela yang tersisa untuk pembicaraan antara Kiev dan Moskow. Hal itu diungkapkan juru bicara kantor kepresidenan Ukraina, Serhiy Nykyforov.

"Tanpa referendum, masih ada peluang terkecil untuk solusi diplomatik. Setelah referendum, tidak," kata Nykyforov, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/9/2022).

Baca: Serangan Ukraina Meningkat, Rusia Pindahkan Kapal Selam dari Crimea

Nykyforov membuat komentar sebagai tanggapan terhadap pejabat yang ditempatkan Rusia di empat wilayah Ukraina yang diduduki. Pejabat itu mengumumkan rencana referendum selama minggu depan untuk secara resmi bergabung dengan Rusia.

Menurut Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, referendum itu tidak akan mengubah apapun. "Rusia dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan. Itu tidak akan mengubah apa pun," kata Kuleba menanggapi pertanyaan wartawan di PBB.

Dalam sebuah tweet, dia menambahkan: "Ukraina memiliki hak untuk membebaskan wilayahnya dan akan terus membebaskan mereka apa pun yang dikatakan Rusia."

Sementara Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan mengatakan, Washington menolak referendum semacam itu "dengan tegas", dan Uni Eropa dan Kanada mengutuk rencana tersebut.

Baca: Erdogan: Rusia dan Ukraina Setuju Tukar 200 Tahanan Perang

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan blok itu dan negara-negara anggotanya tidak akan mengakui hasil referendum dan akan mempertimbangkan tindakan lebih lanjut terhadap Rusia jika pemungutan suara dilanjutkan.

Di tempat lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Lituania Gitanas Nauseda sama-sama menggunakan kata "parodi" untuk menggambarkan pemungutan suara yang direncanakan.

Dalam langkah yang tampaknya terkoordinasi, tokoh-tokoh pro-Rusia mengumumkan referendum untuk 23-27 September di provinsi Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia, yang mewakili sekitar 15 persen wilayah Ukraina, atau wilayah seukuran Hongaria

.


Rusia sudah menganggap Luhansk dan Donetsk, yang bersama-sama membentuk wilayah Donbas yang sebagian diduduki Moskow pada 2014, sebagai negara merdeka. Ukraina dan Barat menganggap semua bagian Ukraina yang dikuasai pasukan Rusia diduduki secara ilegal.

Referendum diumumkan sehari setelah Ukraina mengatakan pasukannya telah merebut kembali pijakan di Luhansk, desa Bilohorivka, dan bersiap untuk maju melintasi provinsi tersebut.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved