Serangan Ukraina Meningkat, Rusia Pindahkan Kapal Selam dari Crimea

Rabu, 21 September 2022 - 00:22 WIB
loading...
Serangan Ukraina Meningkat,...
Rusia memindahkan kapal selamnya dari Crimea di tengah serangan balik Ukraina yang terus meningkat. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Komandan Angkatan Laut Rusia telah memindahkan kapal selam dari Crimea setelah serangan Ukraina telah bergerak jauh masuk ke semenanjung itu. Hal itu diungkapkan kepala pertahanan Inggris.

Kementerian Pertahanan Inggris berpendapat bahwa pencaplokan Crimea oleh presiden Rusia pada tahun 2014 sebagian untuk memastikan pangkalan di sana untuk Armada Laut Hitamnya, tetapi tujuan ini sekarang telah melemah.

“Komando Armada Laut Hitam Rusia hampir pasti telah memindahkan kapal selam kelas KILO dari pelabuhan asal mereka di Sevastopol di Crimea ke Novorossiysk di Krasnodar Krai, Rusia selatan," kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam pembaruan informasi intelijen terbarunya.

“Ini sangat mungkin karena perubahan baru-baru ini dalam tingkat ancaman keamanan lokal dalam menghadapi peningkatan kemampuan serangan jarak jauh Ukraina. Dalam dua bulan terakhir, markas armada dan lapangan terbang penerbangan angkatan laut utamanya telah diserang," sambung laporan itu.

Baca: Terungkap, Rusia Pindahkan Rudal Anti-Pesawat dari St Petersburg ke Ukraina

“Menjamin pangkalan Armada Laut Hitam di Crimea kemungkinan merupakan salah satu motivasi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencaplok semenanjung itu pada tahun 2014. Keamanan pangkalan sekarang secara langsung telah dirusak oleh agresi berkelanjutan Rusia terhadap Ukraina,” demikian bunyi laporan itu seperti dikutip dari Evening Standard, Rabu (21/9/2022).

Inggris, Amerika Serikat (AS), Ukraina, dan sekutu lainnya sedang berperang dalam perang informasi melawan Kremlin sehingga pengarahan mereka perlu diperlakukan dengan hati-hati, meskipun, sering kali jauh lebih dapat dipercaya daripada propaganda yang dikeluarkan dari Moskow.

Dalam pembaruan terbaru dari garis depan, Ukraina mengatakan pasukannya telah bergerak lebih jauh ke timur ke wilayah yang baru-baru ini ditinggalkan oleh Rusia, membuka jalan bagi potensi serangan terhadap pasukan pendudukan Moskow di kawasan industri timur Donbas saat Kiev berusaha mendapatkan lebih banyak senjata Barat.

"Angkatan bersenjata Ukraina mendapatkan kembali kendali atas desa Bilohorivka dan bersiap untuk merebut kembali semua provinsi Luhansk dari penjajah Rusia," kata Gubernur provinsi Serhiy Gaidai.

Baca: Eks Jenderal AS Ledek Militer Putin: Armada Laut Hitam Rusia Itu Sampah

Desa ini hanya berjarak 10 km barat dari kota Lysychansk, yang jatuh ke tangan Rusia setelah berminggu-minggu pertempuran sengit di bulan Juli.

"Para penjajah jelas panik," kata presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin malam, menambahkan bahwa dia sekarang fokus pada "kecepatan" di daerah-daerah yang dibebaskan.

Dia juga menekankan bahwa penyelidik telah menemukan bukti baru penyiksaan yang digunakan terhadap beberapa tentara Ukraina yang dimakamkan di dekat Izyum, di wilayah timur laut Kharkiv.

Kremlin menolak tuduhan bahwa pasukan Rusia telah melakukan kejahatan perang di wilayah Kharkiv Ukraina sebagai “kebohongan”.

Baca: Kremlin Sebut Temuan Kuburan Massal Oleh Ukraina 'Hoaks'

Moskow secara teratur menyangkal melakukan kekejaman dalam perang atau dengan sengaja menyerang warga sipil, meskipun banyak laporan, foto, dan rekaman video dari garis depan melemahkan sikap ini.

Sementara itu perusahaan nuklir negara Ukraina, Energoatom, mengatakan pasukan Rusia menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir Pivdennoukrainsk di wilayah Mykolaiv selatan Ukraina tetapi reaktornya belum rusak dan berfungsi normal.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
50 Senator AS Dukung...
50 Senator AS Dukung Resolusi Anti-Perang Iran, Trump Kehilangan Dukungan
Rekomendasi
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Berita Terkini
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved