Terungkap, NATO Sudah Lama Merencanakan Perluasan Wilayah Dekat Rusia

Minggu, 18 September 2022 - 12:54 WIB
loading...
A A A
NATO telah mengalami beberapa gelombang ekspansi antara 1999 dan 2020, menelan setiap mantan anggota Pakta Warsawa yang dipimpin Soviet, tiga republik bekas Soviet dan empat republik dari bekas Yugoslavia.

Perluasan itu terjadi meskipun mantan Menteri Luar Negeri AS James Baker berjanji secara lisan kepada pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev pada tahun 1990 untuk tidak memperluas aliansi "satu inci" ke timur wilayah bekas Jerman Timur menyusul pencaplokan negara itu oleh Republik Federal.

Pada tahun 2008, NATO mengakui aspirasi pemerintah Ukraina dan Georgia yang pro-Barat untuk melihat negara mereka bergabung dengan aliansi, yang memicu kekhawatiran keamanan serius dari Moskow. Ketegangan antara Rusia dan Barat diperburuk pada tahun 2014, setelah pemerintah Ukraina digulingkan dalam kudeta yang diatur oleh Washington, dan pemerintah pasca-kudeta di Kiev menegaskan kembali ambisinya untuk bergabung dengan Uni Eropa dan NATO.

Pada akhir 2021, Rusia mempresentasikan NATO dan AS satu set perjanjian keamanan kembar yang diusulkan yang dirancang untuk secara dramatis meredakan ketegangan dan meningkatkan hubungan antara Moskow dan blok Barat.

Rancangan perjanjian termasuk proposal jaminan tertulis yang mengikat secara hukum oleh Rusia di satu sisi dan AS dan NATO di sisi lain untuk tidak mengerahkan pasukan, pesawat terbang, kapal perang dan sistem rudal di daerah-daerah di mana mereka mungkin dianggap sebagai ancaman keamanan bagi negara lain.

Baca: Anggota NATO: Risiko Perang dengan Rusia Serius dalam 3-10 Tahun

NATO diminta untuk berjanji untuk tidak melanjutkan ekspansi ke timur, dan membatalkan rencana untuk memasukkan Ukraina dan bekas republik Soviet lainnya ke dalam blok tersebut. Aliansi Barat juga diminta untuk tidak mengerahkan pasukan atau sistem senjata tambahan di wilayah anggota NATO yang bergabung dengan blok tersebut setelah berakhirnya Perang Dingin.

Namun AS dan NATO menolak keras proposal jaminan keamanan Rusia, dengan para pejabat menekankan bahwa kebijakan "pintu terbuka" blok Barat untuk keanggotaan akan tetap tidak berubah.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Infografis
5 Ayat Al Quran dan...
5 Ayat Al Quran dan Hadis tentang Kiamat Sudah Dekat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved