Yunani Desak Turki Batalkan Rencana Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Kamis, 02 Juli 2020 - 20:13 WIB
loading...
Yunani menuturkan, Turki berisiko membuka jurang emosional yang sangat besar dengan negara-negara Kristen jika terus maju dengan rencana tersebut. Foto/REUTERS
A
A
A
ATHENA - Yunani mendesak Turki untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Yunani menuturkan, Turki berisiko membuka jurang emosional yang sangat besar dengan negara-negara Kristen jika terus maju dengan rencana tersebut.
"Hagia Sophia adalah monumen warisan dunia," ucap juru bicara pemerintah Yunani, Stelios Petsas dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (2/7/2020).
( Baca juga: AS Desak Turki Biarkan Hagia Sophia Tetap Jadi Museum )
"Banyak negara, yang berpuncak pada campur tangan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), menyoroti hal ini, mendesak Turki untuk tidak mengambil langkah-langkah yang akan menciptakan jurang emosional yang sangat besar antara umat Kristen di dunia dan Turki," sambungnya.
Sebelumnya, desakan serupa juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. Pompeo memuji pemerintah Turki yang mempertahankan gedung itu sebagai museum tapi dia menyatakan perubahan statusnya dapat mengikis warisannya.
Hagia Sophia sendiri merupakan bekas katedral Bizantium yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dan salah satu monumen paling banyak dikunjungi turis di Turki. Hagia Sophia menjadi pusat bagi Kristen Bizantium dan Muslim di era kekaisaran Ottoman.
Hagia Sophia selesai dibangun pada tahun 537 dengan teknik pembangunan futuristik pada era Konstantinopel dan menjadi katedral utama di Christendom serta terbesar di dunia. Bangunan itu telah ada 900 tahun sebelum diubah menjadi masjid oleh kekaisaran Ottoman pada 1453.
( Baca juga: Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Juli 2020 dan Niatnya )
Bangunan itu diubah menjadi museum pada 1934 di era pendiri republik Turki modern Kemal Ataturk. Namun gugatan di pengadilan dapat mengubah status museum itu menjadi masjid.
"Hagia Sophia adalah monumen warisan dunia," ucap juru bicara pemerintah Yunani, Stelios Petsas dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (2/7/2020).
( Baca juga: AS Desak Turki Biarkan Hagia Sophia Tetap Jadi Museum )
"Banyak negara, yang berpuncak pada campur tangan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), menyoroti hal ini, mendesak Turki untuk tidak mengambil langkah-langkah yang akan menciptakan jurang emosional yang sangat besar antara umat Kristen di dunia dan Turki," sambungnya.
Sebelumnya, desakan serupa juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. Pompeo memuji pemerintah Turki yang mempertahankan gedung itu sebagai museum tapi dia menyatakan perubahan statusnya dapat mengikis warisannya.
Hagia Sophia sendiri merupakan bekas katedral Bizantium yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dan salah satu monumen paling banyak dikunjungi turis di Turki. Hagia Sophia menjadi pusat bagi Kristen Bizantium dan Muslim di era kekaisaran Ottoman.
Hagia Sophia selesai dibangun pada tahun 537 dengan teknik pembangunan futuristik pada era Konstantinopel dan menjadi katedral utama di Christendom serta terbesar di dunia. Bangunan itu telah ada 900 tahun sebelum diubah menjadi masjid oleh kekaisaran Ottoman pada 1453.
( Baca juga: Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Juli 2020 dan Niatnya )
Bangunan itu diubah menjadi museum pada 1934 di era pendiri republik Turki modern Kemal Ataturk. Namun gugatan di pengadilan dapat mengubah status museum itu menjadi masjid.
(esn)
Lihat Juga :