Taliban Klaim Tewaskan 40 Pemberontak Afghanistan di Panjshir

Rabu, 14 September 2022 - 19:05 WIB
loading...
Taliban Klaim Tewaskan...
Taliban Klaim Tewaskan 40 Pemberontak Afghanistan di Panjshir. FOTO/Reuters
A A A
KABUL - Taliban menyatakan pasukan mereka telah menewaskan sedikitnya 40 pejuang dari kelompok pemberontak Afghanistan yang dipimpin oleh putra mendiang komandan anti-Taliban. Pertempuran baru itu terjadi di provinsi Panjshir utara.

Front Perlawanan Nasional (NRF) adalah kelompok terakhir yang bertahan melawan pengambilalihan Taliban atas negara itu pada Agustus tahun lalu. NRF mengambil langkah mundur ke lembah Panjshir.

Baca: Helikopter Black Hawk Taliban Jatuh Saat Latihan, 3 Tewas

Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan, 40 pejuang NRF, termasuk tiga komandan, telah dibunuh oleh pasukan Taliban.

“Operasi pembersihan dilakukan terhadap pemberontak di distrik Rukha, Dara dan Abshar di provinsi Panjshir,” kata Mujahid di Twitter, seperti dikutip dari AFP. Ia menambahkan bahwa 101 pemberontak lainnya telah ditangkap. Mujahid tidak mengatakan kapan para pejuang NRF terbunuh.

Sementara NRF menyatakan, Taliban telah melebih-lebihkan jumlah pejuang NRF yang tewas. “Kami menyangkal angkanya. Mereka telah menggelembungkan jumlahnya,” kata Ali Nazary, Kepala Hubungan Luar Negeri NRF, kepada AFP.

Baca: Mengejutkan, Taliban Buka Peluang Bangun Hubungan dengan Israel

“Hanya sekelompok kecil pasukan kami yang ditangkap dan dibunuh oleh Taliban. Pasukan kami bertempur dengan sengit sampai peluru terakhir,” lanjutnya.

Lembah Panjshir yang indah terkenal sebagai tempat perlawanan Afghanistan terhadap pasukan Soviet pada 1980-an dan pangkalan pemberontak anti-Taliban selama periode pertama kelompok Islam garis keras itu berkuasa di akhir 1990-an.

Dipimpin oleh putra Ahmad Shah Massoud, pasukan NRF pada bulan Mei mengumumkan serangan terhadap Taliban. Ini merupakan serangan pertama sejak kelompok Islam garis keras itu merebut kekuasaan.

Baca: Taliban Rayakan Satu Tahun Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan

Puluhan warga sipil telah melarikan diri dari lembah dalam pertarungan awal pertempuran, tetapi ada jeda dalam beberapa pekan terakhir. Namun, pertempuran baru meletus di lembah itu dalam beberapa hari terakhir, kata penduduk dan NRF.

Massoud, tokoh kelompok yang paling dihormati dan dikenal sebagai "Singa Panjshir," dibunuh pada tahun 2001 oleh Al-Qaeda, dua hari sebelum serangan 11 September di Amerika Serikat.

Putranya, Ahmad Massoud, sejak itu mengambil jubah melawan pasukan Taliban, berulang kali mencela rezim Islamis sebagai "tidak sah." NRF mengatakan, serangannya akan berlanjut di 12 provinsi di mana pasukannya hadir, sebagian besar di utara.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perang Berlanjut, Pakistan...
Perang Berlanjut, Pakistan Klaim Bunuh 274 Pejuang Taliban, 400 Luka-luka
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Tobat Jatuh Cinta Jadi...
Tobat Jatuh Cinta Jadi Sinetron Komedi Komunal Terbaru RCTI, Ini Cerita di Balik Produksinya
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Berita Terkini
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved