Putin Didesak Lengser setelah Tentara Rusia Dipermalukan Pasukan Ukraina
Rabu, 14 September 2022 - 02:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Apa yang Terjadi di Rusia Jika Presiden Putin Tiba-tiba Meninggal?
Pengawas pemilu independen Golos melaporkan lusinan kasus pengisian surat suara, intimidasi, pembelian suara, dan kesalahan pencatatan suara setelah kandidat pro-Kremlin memenangkan pemilu lokal dan regional Rusia.
Sementara itu, serangan balasan Ukraina di wilayah timur laut Kharkiv membuat pasukan Kiev merebut kembali sekitar 3.000 kilometer persegi tanah yang sebelumnya diduduki oleh tentara Moskow.
Seruan dari para deputi agar Putin mundur awalnya muncul minggu lalu setelah Dmitry Palyuga, seorang deputi dari distrik Smolninskoye, St Petersburg, meminta Duma Negara atau Parlemen untuk memecat dan mengadili presiden dengan tuduhan pengkhianatan atas invasinya ke Ukraina. Ada 6 pejabat lain yang menyerukan hal serupa.
Palyuga dipanggil ke kantor polisi dengan tuduhan "mendiskreditkan" tentara Rusia, tetapi kemudian dibebaskan.
Pengawas pemilu independen Golos melaporkan lusinan kasus pengisian surat suara, intimidasi, pembelian suara, dan kesalahan pencatatan suara setelah kandidat pro-Kremlin memenangkan pemilu lokal dan regional Rusia.
Sementara itu, serangan balasan Ukraina di wilayah timur laut Kharkiv membuat pasukan Kiev merebut kembali sekitar 3.000 kilometer persegi tanah yang sebelumnya diduduki oleh tentara Moskow.
Seruan dari para deputi agar Putin mundur awalnya muncul minggu lalu setelah Dmitry Palyuga, seorang deputi dari distrik Smolninskoye, St Petersburg, meminta Duma Negara atau Parlemen untuk memecat dan mengadili presiden dengan tuduhan pengkhianatan atas invasinya ke Ukraina. Ada 6 pejabat lain yang menyerukan hal serupa.
Palyuga dipanggil ke kantor polisi dengan tuduhan "mendiskreditkan" tentara Rusia, tetapi kemudian dibebaskan.
(min)
Lihat Juga :