Indonesia Patut Waspadai Pangkalan AL China di Kamboja
Selasa, 13 September 2022 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
IMM mensinyalir China memiliki kepentingan geopolitik untuk mengamankan infrastruktur alternatif di Selat Malaka-Singapura, dan ingin menyelesaikan apa yang disebut "dilema Malaka", mengingat ketergantung Beijing yang tinggi pada impor minyak mentah (72% pada tahun 2021) dan fakta bahwa lebih banyak dari 65 persen minyak mentah impor diimpor dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika melalui Selat Malaka-Singapura.
Bahkan jika impor bahan bakar fosil dari Rusia meningkat setelah invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, China perlu terus meningkatkan impor minyak mentah dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika untuk memenuhi permintaan domestiknya yang kuat.
Pengaruh China atas ASEAN akan semakin diperkuat dengan pendekatan “rule of money” dan “rule of gun” alih-alih “rule of law”.
“Dengan demikian, negara-negara yang berpikiran sama apalagi terjebak utang Beijing, tidak akan mampu melawan pengaruh besar China kecuali mereka berkoordinasi dan secara kolektif mengelola aset, sumber daya negera dengan China,” ucap Rimbo.
China diduga kuat akan lebih banyak membangun pangkalan militer seperti yang muncul di Kamboja, yang sangat dikhawatirkan menyulut ketegangan di Laut Cina Selatan dan berpotensi menghancurkan kedaulatan negara-negara ASEAN.
“Ini akan mengubah Kamboja menjadi alat Cina. Negara-negara Asean dan dunia khususnya Indonesia seyogianya waspada dengan langkah dan taktik Beijing ini,” pungkas Rimbo.
Baca: Washington Post: China diam-diam Bangun Pangkalan di Kamboja
Bahkan jika impor bahan bakar fosil dari Rusia meningkat setelah invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, China perlu terus meningkatkan impor minyak mentah dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika untuk memenuhi permintaan domestiknya yang kuat.
Pengaruh China atas ASEAN akan semakin diperkuat dengan pendekatan “rule of money” dan “rule of gun” alih-alih “rule of law”.
“Dengan demikian, negara-negara yang berpikiran sama apalagi terjebak utang Beijing, tidak akan mampu melawan pengaruh besar China kecuali mereka berkoordinasi dan secara kolektif mengelola aset, sumber daya negera dengan China,” ucap Rimbo.
China diduga kuat akan lebih banyak membangun pangkalan militer seperti yang muncul di Kamboja, yang sangat dikhawatirkan menyulut ketegangan di Laut Cina Selatan dan berpotensi menghancurkan kedaulatan negara-negara ASEAN.
“Ini akan mengubah Kamboja menjadi alat Cina. Negara-negara Asean dan dunia khususnya Indonesia seyogianya waspada dengan langkah dan taktik Beijing ini,” pungkas Rimbo.
Baca: Washington Post: China diam-diam Bangun Pangkalan di Kamboja
(ian)
Lihat Juga :