Bos CIA: Perang Ukraina Ungkap Kelemahan Militer Rusia

Sabtu, 10 September 2022 - 14:37 WIB
loading...
Bos CIA: Perang Ukraina...
Bos CIA mengatakan perang Ukraina mengungkap kelemahan militer Rusia. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Direktur badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, Bill Burns mengatakan invasi Vladimir Putin ke Ukraina telah menyoroti kekurangan militer Rusia.

Dalam konferensi keamanan siber di Washington pada Kamis lalu, Burns mengatakan bagaimana pun sulit untuk tidak melihat rekor perang Putin sebagai apa pun selain kegagalan sejauh ini.

“Tidak hanya kelemahan militer Rusia yang terungkap, tetapi akan ada kerusakan jangka panjang yang terjadi pada ekonomi Rusia dan generasi Rusia sebagai akibat dari ini,” ujarnya.

“Rusia akan membayar harga yang sangat mahal, saya pikir dalam jangka waktu yang lama,” tambahnya seperti laporkan CNN yang dikutip dari Newsweek, Sabtu (10/9/2022).

Pensiunan Mayor Jenderal Australia Mick Ryan mengatakan dia setuju dengan penilaian Burns karena strategi Putin didasarkan pada asumsi yang "sangat cacat".

Baca: Bahaya bagi Rusia, Ukraina Dipasok 160 Rudal Hellfire Berpemandu Laser AS

"Bahwa Ukraina tidak akan berperang, bahwa Ukraina bukanlah negara nyata; dan bahwa Barat tidak akan campur tangan atau tidak akan melakukannya dengan tegas," ujarnya.

"Karena militer mendasarkan perencanaan mereka pada hal ini, mereka salah langkah dengan struktur kekuatan mereka," kata Ryan kepada Newsweek, merujuk pada kurangnya logistik, dukungan udara, dan superioritas udara.

“Mereka mencoba kemajuan multi-cabang yang sangat berisiko yang tidak akan mereka coba melawan musuh yang mereka pikir akan mereka lawan. Kesalahan strategis menginformasikan perencanaan militer dan diplomatik yang buruk,” kata Ryan, penulis War Transformed: The Future of Twenty First Century Great Power Competition and Conflict.

"Alasannya penting karena pemikiran strategis yang efektif, dan kepemimpinan strategis, lebih penting daripada keunggulan taktis," tambahnya.

Itu terjadi ketika Ukraina telah mengklaim keberhasilan dalam serangan balasan di selatan negara itu dan di wilayah Kharkiv.

Baca: AS Kirim Peluru Artileri Berpemandu GPS Excalibur ke Ukraina

Presiden Ukraina Volodymr Zelensky mengatakan dalam pidato malamnya pada hari Kamis bahwa selama seminggu terakhir, Ukraina telah merebut kembali lebih dari 1.000 km persegi wilayah, yang hampir seukuran Kota New York, termasuk wilayah perairan dan membebaskan puluhan pemukiman.

Penasihat kepresidenan Ukraina Mykhailo Podolyak mentweet bahwa keuntungan di Kharkiv menunjukkan bahwa pasukan Kiev mampu menduduki wilayahnya dan pasukan Rusia "harus keluar."

Dia menambahkan bahwa itu juga menunjukkan Ukraina dapat secara efektif menggunakan senjata modern Barat.

Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengatakan pada hari Kamis bahwa Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) yang dipasok AS, telah digunakan untuk menyerang lebih dari 400 target Rusia sejauh ini.

Jangkauan dan kecepatan HIMARS, 16 di antaranya telah dikirim AS ke Ukraina, telah memungkinkan pasukan Ukraina untuk menyerang depot amunisi dan pos komando Rusia. Milley mengumumkan bahwa lebih banyak amunisi akan menjadi bagian dari paket bantuan keamanan terbaru senilai USD675 juta.

Baca: Memanas, Belarusia Memulai Latihan Militer di Dekat Polandia

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved