India Setujui Vaksin Hidung Pertama untuk Covid-19

Rabu, 07 September 2022 - 16:45 WIB
loading...
India Setujui Vaksin Hidung Pertama untuk Covid-19
India Setujui Vaksin Hidung Pertama untuk Covid-19. FOTO/Arab News
A A A
NEW DELHI - India telah menyetujui vaksin Covid-19 yang dikembangkan secara lokal, bebas jarum dan diberikan melalui hidung untuk penggunaan darurat. Langkah ini diambil untuk mendorong industri farmasi dalam negeri negara itu.

Seperti dilaporkan AFP, inokulasi baru yang dikembangkan oleh Bharat Biotech, yang telah mengembangkan produk intravena, telah diberi lampu hijau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada November lalu.

Baca: Tsunami Covid-19 Berlalu, Pertumbuhan Ekonomi India Cetak Rekor

Regulator obat India memberikan otorisasi darurat produk baru pada hari Selasa (6/9/2022), yang akan memungkinkannya untuk digunakan sebagai dosis utama oleh orang dewasa yang tidak divaksinasi atau divaksinasi sebagian, tetapi bukan sebagai booster.

“Langkah ini akan semakin memperkuat perjuangan kolektif kita melawan pandemi,” kata Menteri Kesehatan India, Mansukh Mandaviya di Twitter.

Bharat Biotech mengatakan dalam sebuah pernyataan bulan lalu, bahwa mereka telah melakukan dua uji coba kemanjuran yang berhasil untuk vaksin tersebut. Data dari uji coba belum diberikan rilis yang lebih luas dan masih belum jelas kapan produk tersebut akan tersedia untuk penggunaan umum.

Baca: Penelitian: Kematian Akibat Tsunami COVID-19 India 10 Kali Lipat Jumlah Resmi

Pengumuman itu muncul hanya dua hari setelah China meluncurkan vaksin virus corona pertama di dunia, Convidecia Air, yang diberikan melalui nebulizer.

India dilanda lonjakan besar dalam kasus Covid tahun lalu yang membuat sistem perawatan kesehatannya hampir runtuh, dengan pasokan oksigen habis dan pasien berebut untuk mendapatkan obat dari apotek yang menipis.

Lebih dari 200.000 orang meninggal dalam beberapa minggu, menurut angka resmi, meskipun para ahli percaya jumlah korban sebenarnya beberapa kali lebih tinggi. Sejak itu India telah memberikan lebih dari dua miliar dosis vaksin, menginokulasi penuh lebih dari dua pertiga dari 1,4 miliar penduduknya.
(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2086 seconds (11.252#12.26)