Iran Kembalikan Drone Militer AS yang Disita di Laut Merah

Sabtu, 03 September 2022 - 11:10 WIB
loading...
Iran Kembalikan Drone Militer AS yang Disita di Laut Merah
Iran Kembalikan Drone Militer AS yang Disita di Laut Merah. FOTO/Guardian
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) untuk kedua kalinya pada pekan ini memaksa Iran untuk melepaskan drone layar militer AS yang coba direbut Iran di laut. Hal ini diungkapkan sejumlah pejabat AS.

Militer AS belum secara resmi mengomentari insiden tersebut. Tetapi seorang pejabat pertahanan AS, yang berbicara dengan syarat anonim, menyarankan bahwa Iran telah berusaha untuk secara diam-diam merebut drone.

Baca: Rusia Dilaporkan Terima Drone Iran, Ini Jawaban Kremlin

Seperti dilaporkan Guardian, pejabat itu mengatakan, sebuah kapal perang Angkatan Laut Iran menarik dua drone layar AS sepenuhnya keluar dari air pada Kamis (1/9/2022) dan kemudian menutupinya dengan terpal.

“Awalnya, Iran membantah memiliki properti AS, sebelum mengembalikannya pada Jumat (3/9/2022) ke kapal perang AS yang berkumpul di tempat kejadian,” kata seorang pejabat AS.

Sebelumnya pada Jumat, televisi pemerintah Iran mengatakan Angkatan Laut Iran telah merilis dua drone maritim AS di Laut Merah, tetapi menuduh kapal tak berawak AS membahayakan keselamatan maritim, tanpa memberikan bukti.

Baca: Taliban Sebut Drone AS Masuk Afghanistan Melalui Wilayah Udara Pakistan

“Fregat Jamaran menyita dua kapal pada hari Kamis untuk mencegah kemungkinan kecelakaan setelah mengeluarkan peringatan kepada armada AS. Setelah jalur pelayaran internasional diamankan, kedua kapal tersebut dilepaskan di area yang aman,” sebut laporan televisi Iran.

Tayangan televisi Iran yang dipublikasikan pada hari Jumat tampaknya menunjukkan lebih dari selusin personel Angkatan Laut Iran mendorong dua pesawat tak berawak ke laut dari dek kapal mereka.

Sebelumnya pada hari Selasa, Angkatan Laut AS mengaku telah menggagalkan upaya pasukan Angkatan Laut Pengawal Revolusi Iran untuk menangkap kapal permukaan tak berawak yang dioperasikan oleh Armada ke-5 AS di Teluk. Iran mengatakan pesawat tak berawak itu berbahaya bagi lalu lintas maritim.

Baca: Produsen Drone Turki Emoh Jual Bayraktar ke Rusia

Iran telah berulang kali memperingatkan AS tentang kegiatan militernya di Teluk, dengan mengatakan bahwa pasukan mereka telah meningkatkan patroli untuk mengamankan jalur kapal-kapal Iran dan memerangi penyelundupan bahan bakar.

Sementara Militer AS telah memperluas penggunaan drone berbasis laut di wilayah tersebut. Tidak jelas apakah Iran mungkin merebut pesawat tak berawak AS dalam upaya untuk menyalinnya. Beberapa drone Iran didasarkan pada pesawat tak berawak dari negara lain, dan mencoba meniru drone pengintai RQ-170 Sentinel AS yang ditangkap pada 2011.
(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1280 seconds (10.101#12.26)