Umar Patek Ikut Program Deradikalisasi, Media Australia Soroti Tingkat Keberhasilannya

Selasa, 30 Agustus 2022 - 07:59 WIB
loading...
A A A
Seperti Tsauri, Fernando menjalani program deradikalisasi sebelum diberi remisi dan dibebaskan setelah menjalani empat tahun 10 bulan penjara.

Namun Fernando mengatakan tidak semua program deradikalisasi yang diterimanya efektif.

“Saat saya ditahan di Lapas Gunung Sindur misalnya, petugas mengkhotbahkan ideologi Pancasila, sedangkan saat itu ideologi saya masih kuat dan radikal… pada akhirnya saya sangat resisten,” papar dia.

Fernando mengatakan hanya ketika dia dipindahkan ke penjara keamanan super-maksimum di Nusa Kambangan, dia dideradikalisasi.

"Ada program 'Dakwah Safari' yang digagas Densus tiga kali seminggu, dan dilakukan oleh para napi teroris yang sudah kembali setia ke Indonesia tapi masih mendekam di penjara," ujar dia.

Dia mengatakan pendekatan dengan menggunakan sesama narapidana teroris ini lebih efektif.

“Saya merasa suasananya lebih cair dibanding saat bertemu dengan petugas badan kontraterorisme atau Kementerian Agama, jadi saya merasa nyaman bertukar pikiran,” papar dia.

Kartika mengatakan teroris yang dihukum diklasifikasikan oleh pihak berwenang ke dalam kategori merah, kuning dan hijau.

Merah untuk mereka yang masih ekstremis dengan pandangan radikal dan dianggap tidak kooperatif.

Hijau adalah untuk mereka yang kooperatif dan biasanya mengecam ekstremisme mereka dengan berjanji setia kepada Republik Indonesia.

“Kategori ini digunakan untuk menentukan di lapas seperti apa mereka akan ditempatkan, program apa yang akan diberikan dan hak apa yang dapat diberikan kepada mereka,” ungkap Kartika pada ABC.

Tsauri, yang sekarang bekerja untuk deradikalisasi ekstremis, mengatakan kemajuan peserta program dinilai dengan menggunakan serangkaian pertanyaan.

“Misalnya dulu, ketika ditanya siapa idola Anda, sebagai teroris radikal, jawabannya mungkin Osama atau tokoh jihad lainnya, tetapi setelah mengikuti program tersebut, jawaban saya berubah menjadi pemimpin Islam yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia seperti Hasyim Azhari," papar dia.

“Aturan yang dilonggarkan dan peningkatan hak adalah insentif,” tambah Fernando.

"(Setelah diklasifikasikan hijau) kami tidak lagi ditempatkan di sel isolasi, kami diizinkan bertemu tamu selain keluarga dekat kami, dan sebagainya," papar dia.

Profesor Politik Islam Global dari Deakin University Greg Barton mengatakan Australia memiliki program dengan tujuan serupa seperti Court Integrated Services Program (CISP) di Victoria dan Proactive Integrated Support Model (PRISM) di NSW.

“Kedua program tersebut tidak menggunakan bahasa deradikalisasi, tetapi menggunakan bahasa pelepasan dan rehabilitasi, dan kemudian mungkin program yang lebih menyeluruh dan komprehensif daripada yang dimiliki Indonesia saat ini,” ungkap Profesor Barton.

“Bukannya Indonesia tidak melakukan pekerjaan dengan baik … tetapi tidak dikomunikasikan dengan sangat jelas, tidak terlalu transparan, dan akan baik untuk melihat beberapa kerja sama yang kita lihat sebelumnya di Australia dan Indonesia,” papar dia.

Umar Patek adalah salah satu dari 16.659 tahanan di Jawa Timur yang pekan lalu menerima remisi umum untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-77 dan memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat.

Dia awalnya dijatuhi hukuman pada 2012 karena perannya dalam pemboman yang menewaskan lebih dari 200 orang, termasuk 88 warga Australia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Rincian UKT Jalur Mandiri...
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026, Berapa Biaya Kuliah Prodi Pilihanmu?
Kemhan Gandeng Kemenkes...
Kemhan Gandeng Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Berita Terkini
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved