Pentagon: Rusia Sedang Berupaya Rekrut Tentara untuk Perang di Ukraina
Selasa, 30 Agustus 2022 - 05:40 WIB
loading...
A
A
A
"Banyak dari rekrutan baru ini terlihat lebih tua, tidak layak dan tidak terlatih," kata pejabat itu. Menurutnya, kesimpulan Pentagon adalah bahwa setiap rekrutan yang ditambahkan mungkin tidak secara efektif memperluas kekuatan tempur secara keseluruhan pada akhir tahun.
Baca: Ukraina Klaim Habisi 200 Tentara Elite Rusia dengan Serangan Rudal
Bahkan sebelum perang, Angkatan Bersenjata Rusia mungkin kekurangan 150.000 dari target yang mereka nyatakan, yaitu satu juta personel. Pada awal Agustus, Wakil Menteri Pertahanan AS Colin Kahl memperkirakan bahwa 70-80.000 orang Rusia telah tewas atau terluka di Ukraina sejak invasi pada 24 Februari.
Sementara itu, Gedung Putih mengatakan bahwa Rusia harus menyetujui zona demiliterisasi di sekitar pembangkit nuklir Ukraina yang telah menjadi garis depan berbahaya dalam perang yang sedang berlangsung.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahan Biden mendukung kunjungan yang dipimpin oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke pembangkit nuklir Zaporizhzhia di sungai Dnipro di selatan Ukraina tengah. “Penutupan pembangkit yang terkendali akan menjadi pilihan teraman,” katanya.
Baca: Ukraina Klaim Habisi 200 Tentara Elite Rusia dengan Serangan Rudal
Bahkan sebelum perang, Angkatan Bersenjata Rusia mungkin kekurangan 150.000 dari target yang mereka nyatakan, yaitu satu juta personel. Pada awal Agustus, Wakil Menteri Pertahanan AS Colin Kahl memperkirakan bahwa 70-80.000 orang Rusia telah tewas atau terluka di Ukraina sejak invasi pada 24 Februari.
Sementara itu, Gedung Putih mengatakan bahwa Rusia harus menyetujui zona demiliterisasi di sekitar pembangkit nuklir Ukraina yang telah menjadi garis depan berbahaya dalam perang yang sedang berlangsung.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahan Biden mendukung kunjungan yang dipimpin oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke pembangkit nuklir Zaporizhzhia di sungai Dnipro di selatan Ukraina tengah. “Penutupan pembangkit yang terkendali akan menjadi pilihan teraman,” katanya.
(esn)
Lihat Juga :