AS Akan Persenjatai Ukraina dengan NASAMS, Sistem Rudal yang Juga Dimiliki Indonesia

Minggu, 28 Agustus 2022 - 03:23 WIB
loading...
AS Akan Persenjatai...
AS memesan National/Norwegian Advanced Surface-to-Air Missile Systems (NASAMS) ke Raytheon untuk Ukraina. Indonesia juga mengoperasikan senjata pertahanan tersebut. Foto/Kongsberg
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) akan mempersenjatai Ukraina dengan National/Norwegian Advanced Surface-to-Air Missile Systems (NASAMS) , sistem pertahanan rudal canggih yang juga dimiliki Indonesia.

Departemen Pertahanan AS, dalam siaran pers-nya, mengatakan mereka telah memberikan kontrak kepada Raytheon Missiles and Defense agar memproduksi NASAMS untuk Ukraina.

"Raytheon Co...dianugerahi kontrak senilai USD182.295.333 untuk pengadaan National Advanced Surface-to-Air Missile System. Pekerjaan akan dilakukan di Tewksbury, Massachusetts, dengan perkiraan tanggal penyelesaian 23 Agustus 2024," kata Departemen Pertahanan AS atau Pentagon dalam pernyataan yang dilansir Minggu (28/8/2022).

Baca juga: Ukraina Inginkan Sistem Rudal NASAMS Seperti Milik Indonesia

Raytheon dalam siaran pers-nya mencatat bahwa NASAMS akan dikirim ke Ukraina sebagai tanggapan atas kebutuhan negara itu untuk mempertahankan diri dari ancaman udara musuh.

“Raytheon Missiles & Defense dan mitra kami bekerja dengan rajin untuk segera memberikan kemampuan pertahanan udara yang penting dan terbukti ini untuk membantu rakyat Ukraina mempertahankan tanah air mereka,” kata Tom Laliberty, presiden Land Warfare & Air Defense, area bisnis Raytheon Missiles & Defense.

"Ukraina akan bergabung dengan selusin negara di seluruh dunia yang mengandalkan NASAMS untuk mengalahkan banyak ancaman, termasuk rudal jelajah, pesawat terbang, dan sistem tak berawak."

NASAMS adalah sistem pertahanan udara berbasis darat jarak pendek hingga menengah yang terdistribusi dan berjejaring yang dikembangkan oleh Raytheon yang berbasis di Amerika Serikat dan Kongsberg Defense & Aerospace (KDA) yang berbasis di Norwegia.

Sistem ini bertahan melawan kendaraan udara tak berawak, helikopter, rudal jelajah, kendaraan udara tempur tak berawak, dan pesawat terbang.

Indonesia diketahui telah mengoperasikan Norwegian Advanced Surface to Air Missile System 2 (NASAMS 2) yang dipesannya dari Kongsberg pada tahun 2017.

Menurut laporan Asia Pacific Defense Journal, Indonesia mengandalkan senjata pertahanan canggih tersebut untuk melindungi Jakarta dan sekitarnya yang menjadi basis fasilitas pemerintah yang bernilai tinggi, termasuk Istana Negara dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kementerian Pertahanan Indonesia memesan dua baterai NASAMS dari Kongsberg dalam kesepakatan senilai USD77 juta. Sistem ini menggunakan rudal pertahanan udara jarak menengah Raytheon AIM-120 AMRAAM, serupa dengan yang telah digunakan oleh pesawat tempur F-16C/D Fighting Falcon milik TNI Angkatan Udara (TNI-AU).

NASAMS 2 tercatat sebagai sistem pertahanan udara berbasis darat TNI yang paling andal, dan mampu melakukan pertempuran jarak menengah hingga 60 kilometer.

TNI berencana untuk memesan unit tambahan meskipun ini masih tunduk pada rencana program modernisasi Kekuatan Esensial Minimum Kementerian Pertahanan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Berita Terkini
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Infografis
Houthi Tembak Jatuh...
Houthi Tembak Jatuh Drone AS dengan Rudal Buatan Lokal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved