Pakai T-Shirt NASA, Mata-mata Rusia Terciduk Saat Memburu Lokasi HIMARS
Sabtu, 27 Agustus 2022 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: AS Jelaskan Mengapa Ukraina Tidak Dapat Rudal Jarak Jauh
Newsweek tidak dapat memverifikasi secara independen apakah individu yang ditahan dalam foto-foto itu adalah mata-mata Rusia.
The Kyiv Post, sebuah surat kabar Ukraina berbahasa Inggris melaporkan awal pekan ini bahwa Ukraina telah menangkap dua mata-mata Rusia yang diduga mengumpulkan rencana HIMARS di daerah garis depan oblast Donetsk, bagian dari wilayah separatis Donbas, yang diklaim ingin "dibebaskan" Putin melalui invasi ke Ukraina, Newsweek sebelumnya melaporkan.
Angkatan bersenjata Ukraina telah menggunakan HIMARS dengan efek yang besar terhadap pasukan Rusia.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan pada 20 Juli selama pertemuan Grup Kontak Pertahanan Ukraina, bahwa pasukan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah "secara efektif" menggunakan HIMARS yang disediakan Washington dan senjata jarak jauh itu telah membuat perbedaan besar pada medan perang.
Gubernur Luhansk Serhiy Haidai mengatakan kepada Newsweek bulan lalu bahwa Rusia "dalam mode panik" atas serangan HIMARS.
Baca juga: HIMARS Tebar Teror, Ukraina Sebut Rusia dalam Mode Panik
Newsweek tidak dapat memverifikasi secara independen apakah individu yang ditahan dalam foto-foto itu adalah mata-mata Rusia.
The Kyiv Post, sebuah surat kabar Ukraina berbahasa Inggris melaporkan awal pekan ini bahwa Ukraina telah menangkap dua mata-mata Rusia yang diduga mengumpulkan rencana HIMARS di daerah garis depan oblast Donetsk, bagian dari wilayah separatis Donbas, yang diklaim ingin "dibebaskan" Putin melalui invasi ke Ukraina, Newsweek sebelumnya melaporkan.
Angkatan bersenjata Ukraina telah menggunakan HIMARS dengan efek yang besar terhadap pasukan Rusia.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan pada 20 Juli selama pertemuan Grup Kontak Pertahanan Ukraina, bahwa pasukan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah "secara efektif" menggunakan HIMARS yang disediakan Washington dan senjata jarak jauh itu telah membuat perbedaan besar pada medan perang.
Gubernur Luhansk Serhiy Haidai mengatakan kepada Newsweek bulan lalu bahwa Rusia "dalam mode panik" atas serangan HIMARS.
Baca juga: HIMARS Tebar Teror, Ukraina Sebut Rusia dalam Mode Panik
(ian)
Lihat Juga :