Suku Kenya Tuntut Inggris Rp2.000 Triliun Atas Kejahatan Era Kolonial

Jum'at, 26 Agustus 2022 - 09:11 WIB
loading...
Suku Kenya Tuntut Inggris...
Dua suku di Kenya menuntut Inggris Rp2.000 triliun atas kejahatan di era kolonial. Foto/Ilustrasi
A A A
STRASBOURG - Dua suku di Kenya menyeret Inggris ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa atas dugaan kejahatan dalam dekade terakhir pemerintah kolonial Inggris.

Suku Talai dan Kipsigi menginginkan 168 miliar poundsterling atau sekitar Rp2.936 triliun dan permintaan maaf atas kejahatan yang terkait dengan perampasan tanah di Kericho, wilayah barat Kenya yang menanam teh untuk beberapa produsen terbesar dunia.

Pejabat Inggris dikatakan telah mengawasi pengusiran paksa klan dari tanah leluhur mereka yang subur untuk membuka jalan bagi perkebunan.

Suku Talai mengklaim bahwa mereka dipaksa untuk tinggal di lembah terdekat yang dipenuhi nyamuk dan lalat tse-tse sebagai hukuman karena melawan, yang menyebabkan kematian, keguguran, dan kehilangan ternak secara besar-besaran.

Mereka mengatakan mereka kembali ke daerah itu setelah Kenya memperoleh kemerdekaan pada tahun 1963 tetapi tidak dapat merebut kembali tanah mereka dari perusahaan teh, memaksa mereka untuk tinggal di samping perkebunan sebagai penghuni liar.

Baca juga: Kota di Italia Sewa Dukun untuk Melawan Kekeringan Parah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Pasukan Israel Ditipu...
Pasukan Israel Ditipu Pimpinan, Dikirim Perang dengan Jumlah Personel dan Tank Tak Sesuai Janji
Rekomendasi
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved