3 Kasus Penembakan Paling Berdarah di Kashmir, Terbaru Bikin India-Pakistan di Ambang Perang
Senin, 28 April 2025 - 11:43 WIB
loading...
Pembantaian 26 turis Hindua menjadi penembakan berdarah terbaru di Kashmir, yang membuat India dan Pakistan di ambang perang. Foto/NDTV
A
A
A
JAKARTA - Wilayah Jammu dan Kashmir, yang telah lama menjadi sengketa antara India dan Pakistan, menyimpan catatan panjang kekerasan. Di antara berbagai bentuk konflik, insiden penembakan massal menorehkan luka terdalam dalam sejarah kawasan ini.
Krisis Jammu dan Kashmir bermula pada pembagian India Britania pada tahun 1947. Saat India meraih kemerdekaan, wilayah Jammu dan Kashmir, yang memiliki populasi mayoritas Muslim, dipimpin oleh seorang maharaja Hindu, Maharaja Hari Singh.
Ketika ketegangan meningkat, Maharaja Hari Singh memilih untuk bergabung dengan India dengan memberikan persetujuan untuk bergabung setelah invasi pasukan Pakistan ke wilayah tersebut.
Keputusan ini memicu pertempuran antara India dan Pakistan, yang berujung pada pembagian wilayah Kashmir di sepanjang Garis Kendali (LoC), dengan India menguasai bagian selatan dan timur serta Pakistan menguasai bagian barat laut dan utara.
Baca Juga: Di Ambang Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Militer India dan Pakistan
Konflik ini diperburuk oleh ketegangan yang terus berkembang antara kedua negara bersenjata nuklir tersebut. Sejak 1947, India dan Pakistan telah terlibat dalam beberapa perang besar dan konflik bersenjata, termasuk pada 1965 dan 1999, yang berfokus pada status wilayah Kashmir.
Setiap kali konflik muncul, ketegangan di kawasan tersebut semakin meningkat, dengan kedua negara saling tuduh atas pelanggaran perbatasan dan dukungan terhadap kelompok militan di wilayah Kashmir.
Meskipun ada upaya diplomatik internasional untuk menyelesaikan masalah ini, terutama melalui PBB, tidak ada solusi yang permanen, dan status wilayah Kashmir tetap menjadi titik rawan konflik.
Krisis Jammu dan Kashmir bermula pada pembagian India Britania pada tahun 1947. Saat India meraih kemerdekaan, wilayah Jammu dan Kashmir, yang memiliki populasi mayoritas Muslim, dipimpin oleh seorang maharaja Hindu, Maharaja Hari Singh.
Ketika ketegangan meningkat, Maharaja Hari Singh memilih untuk bergabung dengan India dengan memberikan persetujuan untuk bergabung setelah invasi pasukan Pakistan ke wilayah tersebut.
Keputusan ini memicu pertempuran antara India dan Pakistan, yang berujung pada pembagian wilayah Kashmir di sepanjang Garis Kendali (LoC), dengan India menguasai bagian selatan dan timur serta Pakistan menguasai bagian barat laut dan utara.
Baca Juga: Di Ambang Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Militer India dan Pakistan
Konflik ini diperburuk oleh ketegangan yang terus berkembang antara kedua negara bersenjata nuklir tersebut. Sejak 1947, India dan Pakistan telah terlibat dalam beberapa perang besar dan konflik bersenjata, termasuk pada 1965 dan 1999, yang berfokus pada status wilayah Kashmir.
Setiap kali konflik muncul, ketegangan di kawasan tersebut semakin meningkat, dengan kedua negara saling tuduh atas pelanggaran perbatasan dan dukungan terhadap kelompok militan di wilayah Kashmir.
Meskipun ada upaya diplomatik internasional untuk menyelesaikan masalah ini, terutama melalui PBB, tidak ada solusi yang permanen, dan status wilayah Kashmir tetap menjadi titik rawan konflik.
3 Kasus Penembakan Paling Berdarah di Kashmir
Lihat Juga :