Mengapa Negara-Negara Arab Terpecah dalam Normalisasi Hubungan dengan Israel?
Kamis, 25 Agustus 2022 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Apakah Israel Negara Maju? Ini Penjelasan Lengkapnya
Dikutip dari laman TRT World, pakar hukum internasional Universitas Princeton, Richard Falk beranggapan bahwa kesepakatan UEA-Bahrain dengan Israel semakin menunjukan bahwa negara-negara Arab memang tidak bisa bersatu.
“Ini menegaskan penerimaan hubungan dengan Israel di pihak monarki atas dasar kepentingan pribadi mereka, termasuk akuisisi senjata dan dukungan diplomatik AS, sambil mengabaikan konsensus Arab sebelumnya tentang menahan normalisasi sampai Palestina memiliki negara mereka sendiri dan ibukotanya di Yerusalem,” kata Falk.
Beralih ke sudut pandang negara-negara Arab yang memulihkan hubungan dengan Israel, mereka beralasan bahwa langkah ini merupakan solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik dengan Israel.
Sebelumnya, segala bentuk upaya perdamaian dan stabilitas di kawasan Arab belum berhasil. Belakangan, krisis tersebut menjadi ancaman tersendiri bagi negara-negara Arab dalam hubungannya dengan negara Barat. Pada akhirnya, mereka memilih untuk membuka kembali lembaran baru dengan Israel.
Dikutip dari laman TRT World, pakar hukum internasional Universitas Princeton, Richard Falk beranggapan bahwa kesepakatan UEA-Bahrain dengan Israel semakin menunjukan bahwa negara-negara Arab memang tidak bisa bersatu.
“Ini menegaskan penerimaan hubungan dengan Israel di pihak monarki atas dasar kepentingan pribadi mereka, termasuk akuisisi senjata dan dukungan diplomatik AS, sambil mengabaikan konsensus Arab sebelumnya tentang menahan normalisasi sampai Palestina memiliki negara mereka sendiri dan ibukotanya di Yerusalem,” kata Falk.
Beralih ke sudut pandang negara-negara Arab yang memulihkan hubungan dengan Israel, mereka beralasan bahwa langkah ini merupakan solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik dengan Israel.
Sebelumnya, segala bentuk upaya perdamaian dan stabilitas di kawasan Arab belum berhasil. Belakangan, krisis tersebut menjadi ancaman tersendiri bagi negara-negara Arab dalam hubungannya dengan negara Barat. Pada akhirnya, mereka memilih untuk membuka kembali lembaran baru dengan Israel.
(esn)
Lihat Juga :