Tradisi Orang Arab Nikahi Sepupu: Tak Haram, Lestarikan Kekayaan Keluarga
Selasa, 23 Agustus 2022 - 12:55 WIB
loading...
A
A
A
Praktik menikahi saudara sepupu tidak dilarang oleh Islam, Kristen atau pun Yudaisme. Hadis Nabi Muhammad SAW yang dijadikan acuan umat Islam selama ini hanya melarang menikahi seseorang yang memiliki hubungan darah.
Islam juga melarang pernikahan antar-saudara sepersusuan.
Nabi Muhammad SAW sendiri menikahkan putrinya dengan sepupu pertamanya, Ali bin Abi Thalib. Ali adalah putra dari paman Nabi Muhammad, Abi Thalib.
“Ada kesalahpahaman bahwa orang tua sering memaksa anak perempuan mereka untuk menikah dalam keluarga. Gaya hidup kita yang terpisah seringkali tidak memungkinkan untuk mencampuradukkan jenis kelamin kecuali dalam lingkungan keluarga, seringkali satu-satunya kesempatan untuk jatuh cinta adalah dalam keluarga, karena Anda benar-benar tertutup dari orang lain,” kata penulis Arab Saudi, Samar Fatany, kepada Reuters.
Fatany mengatakan bahwa meskipun menikahi orang asing sering tidak disukai, pernikahan antara anggota keluarga meningkatkan keharmonisan dan stabilitas dalam keluarga, dan mendorong cara hidup yang berfokus pada keluarga.
“Kami sangat bangga dengan gaya hidup keluarga besar kami. Itu adalah sesuatu yang tidak ingin kami hilangkan.”
Dengan populasi Qatar yang kecil, pilihan pasangan potensial, bahkan mereka yang bukan kerabat, terbatas.
“Untuk warga negara Teluk Arab, jika Anda tidak menikahi sepupu pertama Anda, kemungkinan besar Anda masih akan menikah dengan klan atau suku Anda. Dan jika Anda menikah dalam klan atau suku Anda, hampir pasti Anda menikahi kerabat, yang juga membawa tingkat risiko tertentu,” kata Alan Bittles, ahli genetika di Center for Comparative Genomics di Universitas Murdoch Australia.
“Orang-orang bergantung pada keluarga, klan, untuk kesejahteraan mereka. (Masyarakat Teluk Arab) adalah masyarakat kesukuan, dan menjadi sangat politis. Terutama jika ada pemerintah pusat yang lemah, afiliasi klan dan suku menjadi jauh lebih penting,” kata Bittles.
“Anda harus mempertimbangkan keuntungan sosial dengan potensi kerugian genetik.”
Islam juga melarang pernikahan antar-saudara sepersusuan.
Nabi Muhammad SAW sendiri menikahkan putrinya dengan sepupu pertamanya, Ali bin Abi Thalib. Ali adalah putra dari paman Nabi Muhammad, Abi Thalib.
“Ada kesalahpahaman bahwa orang tua sering memaksa anak perempuan mereka untuk menikah dalam keluarga. Gaya hidup kita yang terpisah seringkali tidak memungkinkan untuk mencampuradukkan jenis kelamin kecuali dalam lingkungan keluarga, seringkali satu-satunya kesempatan untuk jatuh cinta adalah dalam keluarga, karena Anda benar-benar tertutup dari orang lain,” kata penulis Arab Saudi, Samar Fatany, kepada Reuters.
Fatany mengatakan bahwa meskipun menikahi orang asing sering tidak disukai, pernikahan antara anggota keluarga meningkatkan keharmonisan dan stabilitas dalam keluarga, dan mendorong cara hidup yang berfokus pada keluarga.
“Kami sangat bangga dengan gaya hidup keluarga besar kami. Itu adalah sesuatu yang tidak ingin kami hilangkan.”
Dengan populasi Qatar yang kecil, pilihan pasangan potensial, bahkan mereka yang bukan kerabat, terbatas.
“Untuk warga negara Teluk Arab, jika Anda tidak menikahi sepupu pertama Anda, kemungkinan besar Anda masih akan menikah dengan klan atau suku Anda. Dan jika Anda menikah dalam klan atau suku Anda, hampir pasti Anda menikahi kerabat, yang juga membawa tingkat risiko tertentu,” kata Alan Bittles, ahli genetika di Center for Comparative Genomics di Universitas Murdoch Australia.
“Orang-orang bergantung pada keluarga, klan, untuk kesejahteraan mereka. (Masyarakat Teluk Arab) adalah masyarakat kesukuan, dan menjadi sangat politis. Terutama jika ada pemerintah pusat yang lemah, afiliasi klan dan suku menjadi jauh lebih penting,” kata Bittles.
“Anda harus mempertimbangkan keuntungan sosial dengan potensi kerugian genetik.”
(min)
Lihat Juga :