Donbas Respons Keras Ultimatum Zelensky soal Tahanan Perang

Senin, 22 Agustus 2022 - 19:06 WIB
loading...
Donbas Respons Keras...
Kepala Republik Rakyat Donetsk (DPR) Denis Pushilin. Foto/Aleksandr Kryazhev/Sputnik
A A A
DONETSK - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan persidangan tahanan perang Ukraina di Mariupol akan secara efektif menggagalkan negosiasi di masa depan dengan Rusia.

Ultimatum Zelensky itu direspon keras Kepala Republik Rakyat Donetsk (DPR) Denis Pushilin. Menurut dia, ancaman Zelensky tidak akan menghalangi proses pengadilan yang direncanakan pada para tahanan perang.

Otoritas DPR sebelumnya mengatakan mereka akan mengatur pengadilan untuk dugaan kejahatan perang yang dilakukan pasukan Ukraina, termasuk anggota Batalyon Azov, yang jajarannya termasuk pejuang dengan pandangan nasionalis dan neo-Nazi.

"Data 80 kejahatan yang dilakukan Azov telah dikumpulkan, 23 orang telah ditangkap dan ditahan," ungkap Pushilin kepada Russia 24 TV.

Baca juga: Rusia Ungkap Kemungkinan Akhiri Perang di Ukraina

Dia menambahkan, “Jadi pernyataan Zelensky seperti itu tidak akan berpengaruh (pada persidangan).”

Dalam pidato video pada Senin, Zelensky mengatakan negosiasi tidak akan mungkin dilakukan jika pejuang Ukraina menjadi sasaran “uji coba pertunjukan.”

Pernyataannya muncul setelah pejabat intelijen militer Ukraina mengatakan kandang besar sedang dipasang di dalam gedung Mariupol Philharmonic sebagai persiapan untuk persidangan.

Baca juga: Ukraina akan Diblokir Gabung NATO selama 30 Tahun, Ini Alasannya

Hampir 2.500 tentara Ukraina menyerah kepada pasukan Rusia dan Donbas selama pengepungan pabrik baja Azovstal di Mariupol pada Mei, menurut Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia.

Pembicaraan damai antara Kiev dan Moskow telah terhenti sejak musim semi.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina.

Protokol yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014.

Mantan Presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbas sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
AS Habiskan Rp671 Triliun...
AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi
Rekomendasi
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved