Negara-negara Mayoritas Islam yang Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel
Minggu, 21 Agustus 2022 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
4. Turki
Jika Mesir merupakan negara Arab pertama yang membuka hubungan dengan Israel, maka Turki adalah negara mayoritas Islam di dunia pertama yang menjalin hubungan dengan negara Zionis tersebut.
Hubungan diplomatik Turki dan Israel terjalin sejak tahun 1949, tak lama setelah Israel mendeklarasikan terbentuknya negara tersebut.
Di tahun berikutnya, Turki meresmikan misi diplomatiknya dengan membuka kedutaan di Israel. Namun, hubungan kedua negara tidak selalu mulus.
Beberapa peristiwa membuat hubungan Turki-Israel memanas, sebagian terkait kekerasan Israel terhadap Palestina.
Pada 2010, misalnya, pasukan Israel menyerang armada bantuan Turki dan menewaskan sedikitnya 10 aktivis pro-Palestina, membuat Israel dan Turki menarik duta besar mereka dari Ankara dan Tel Aviv.
Kemudian, pada 2018, konfrontasi terjadi dan menewaskan sekitar 100 warga Palestina oleh tentara Israel, menyusul dipindahkannya kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerussalem, kota yang diinginkan sebagai ibu kota negara masa depan Palestina.
Hal ini membuat Turki dan Israel saling mengusir duta besar dari masing-masing negara.
Namun, hubungan antara kedua negara kembali pulih. Israel dan Turki mengumumkan pada Rabu (18/8/2022) bahwa mereka memulihkan kembali hubungan diplomatik di antara mereka serta akan mengangkat lagi duta besar kedua negara di Ankara dan Tel Aviv.
Meski demikian, Turki menyatakan tidak akan meninggalkan perjuangan atas kemerdekaan Palestina.
Jika Mesir merupakan negara Arab pertama yang membuka hubungan dengan Israel, maka Turki adalah negara mayoritas Islam di dunia pertama yang menjalin hubungan dengan negara Zionis tersebut.
Hubungan diplomatik Turki dan Israel terjalin sejak tahun 1949, tak lama setelah Israel mendeklarasikan terbentuknya negara tersebut.
Di tahun berikutnya, Turki meresmikan misi diplomatiknya dengan membuka kedutaan di Israel. Namun, hubungan kedua negara tidak selalu mulus.
Beberapa peristiwa membuat hubungan Turki-Israel memanas, sebagian terkait kekerasan Israel terhadap Palestina.
Pada 2010, misalnya, pasukan Israel menyerang armada bantuan Turki dan menewaskan sedikitnya 10 aktivis pro-Palestina, membuat Israel dan Turki menarik duta besar mereka dari Ankara dan Tel Aviv.
Kemudian, pada 2018, konfrontasi terjadi dan menewaskan sekitar 100 warga Palestina oleh tentara Israel, menyusul dipindahkannya kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerussalem, kota yang diinginkan sebagai ibu kota negara masa depan Palestina.
Hal ini membuat Turki dan Israel saling mengusir duta besar dari masing-masing negara.
Namun, hubungan antara kedua negara kembali pulih. Israel dan Turki mengumumkan pada Rabu (18/8/2022) bahwa mereka memulihkan kembali hubungan diplomatik di antara mereka serta akan mengangkat lagi duta besar kedua negara di Ankara dan Tel Aviv.
Meski demikian, Turki menyatakan tidak akan meninggalkan perjuangan atas kemerdekaan Palestina.
(sya)
Lihat Juga :