AS-Taliban Kembali Bahas Proses Perdamaian Afghanistan

Selasa, 30 Juni 2020 - 16:11 WIB
loading...
A A A
"Pompeo mengakui bahwa kelompok pemberontak telah menurunkan grafik perang dengan tidak menyerang kota-kota dan pangkalan-pangkalan militer utama, tetapi mengatakan lebih banyak yang perlu dilakukan oleh semua pihak," tambah juru bicara itu seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/6/2020).

Dikatakan oleh Shaheen, Baradar mengatakan kepada Pompeo bahwa penundaan pembicaraan itu karena pemerintah Afghanistan tidak membebaskan jumlah tahanan yang disepakati.

Kabul dan beberapa negara asing telah menyuarakan keprihatinan tentang pembebasan sekitar 200 tahanan yang menurut mereka terlibat dalam serangan besar di Afghanistan.

Sejak pakta Doha, para pejuang Taliban telah melancarkan 44 serangan dan membunuh atau melukai rata-rata 24 warga sipil setiap hari, Javid Faisal, juru bicara penasihat keamanan nasional Afghanistan, mengatakan pada hari Selasa. (Baca: Pasca Teken Kesepakatan dengan AS, Serangan Taliban Semakin Menggila )

"Baradar mengatakan kepada Pompeo bahwa peningkatan serangan itu karena provokasi oleh pemerintah di daerah-daerah di bawah kendali Taliban," Shaheen menambahkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved