Ukraina: Tidak Ada Larangan Menyerang Crimea

Kamis, 18 Agustus 2022 - 16:40 WIB
loading...
Ukraina: Tidak Ada Larangan...
Ukraian sebut tidak ada kesepakatan dengan Barat yang melarang serangan ke Crimea. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
KIEV - Janji Ukraina untuk tidak menyerang wilayah Rusia dengan senjata yang disediakan Barat tidak mencakup Crimea . Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Ukraina Aleksey Reznikov.

Negara-negara Barat telah mengklaim bahwa pasokan senjata canggih mereka ke Ukraina dengan syarat tidak digunakan terhadap target di Rusia. Namun para pejabat di Kiev telah menegaskan bahwa Crimea tidak termasuk dalam aturan itu, karena menganggap semenanjung itu sebagai wilayahnya sendiri.

Dalam sebuah wawancara dengan Voice of America, Reznikov mengatakan Amerika Serikat (AS) tidak keberatan dengan serangan di wilayah itu, yang dianggap Rusia sebagai miliknya.

Baca juga: Ukraina Dilaporkan Kembali Serang Lapangan Udara Rusia di Crimea

“Kami memiliki kesepakatan dengan AS bahwa kami tidak akan menggunakan senjata yang disediakan oleh AS dan mitranya di wilayah Federasi Rusia. Tetapi jika kita membahas de-okupasi tanah Ukraina di mana musuh sekarang, tidak ada batasan seperti itu,” katanya, setelah ditanya tentang kemungkinan serangan terhadap Crimea seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (18/8/2022).

Menteri Ukraina itu menyatakan bahwa faktor pembatas dalam serangan semacam itu adalah jangkauan senjata yang diterimanya dari sekutu asing. Dalam wawancara yang sama, ia menyatakan harapan bahwa Ukraina akan segera menerima rudal balistik taktis MGM-140 ATACMS.

Proyektil buatan Lockheed Martin itu dapat ditembakkan oleh sistem roket M142 HIMARS dan M270 MLRS, yang sudah dimiliki Ukraina, dan memiliki jangkauan hingga 300 km, jauh lebih jauh dari jenis amunisi yang disediakan oleh AS sejauh ini.

Baca juga: Gudang Amunisi Rusia di Crimea Meledak, Tanda Ukraina Terus Melawan

Crimea memisahkan diri dari Ukraina setelah kudeta bersenjata 2014 di Kiev, yang menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis. Rakyat Crimea sangat banyak memberikan suara dalam sebuah referendum untuk bergabung dengan Rusia, yang menerima tawaran itu dan mengabadikan status baru semenanjung itu dalam konstitusinya.

Langkah itu tidak diakui oleh Kiev, yang mengatakan hanya akan mencari resolusi damai untuk krisis setelah mengalahkan Rusia secara militer dan mengusirnya dari semua wilayah yang direbut, termasuk Crimea.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengatakan pihaknya memberlakukan pembatasan pada Ukraina, untuk menghindari terseret langsung ke dalam konflik dengan Rusia. Beberapa pejabat di AS dan Rusia telah menegaskan bahwa konflik di Ukraina adalah perang proxy antara NATO dengan Rusia. Washington mengatakan tujuannya di Ukraina adalah untuk mencapai kekalahan strategis Moskow.

Baca juga: Rusia Sebut Ledakan Gudang Amunisi di Crimea Akibat Aksi Sabotase

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved