Lebanon Marah Wilayah Udaranya Diacak-acak Israel untuk Serang Suriah

Selasa, 16 Agustus 2022 - 07:42 WIB
loading...
Lebanon Marah Wilayah Udaranya Diacak-acak Israel untuk Serang Suriah
Jet tempur F-35 Israel terbang di atas wilayah Beirut, Lebanon. Foto/middle east eye
A A A
BEIRUT - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Lebanon pada Senin (15/8/2022) mengutuk serangan Israel baru-baru ini di Suriah. Beirut marah wilayah udara Lebanon dipakai Israel untuk mengebom wilayah Suriah.

Malam sebelumnya, Kantor Berita Arab Suriah melaporkan, “Pesawat-pesawat Israel mengebom situs-situs di pedesaan Damaskus dan provinsi pesisir Tartus, melalui wilayah udara Lebanon.”

Kementerian Luar Negeri Lebanon memperingatkan, “Konsekuensi dari perilaku agresif ini dan pelanggaran berkelanjutan terhadap kedaulatan Lebanon dalam pelanggaran mencolok terhadap hukum dan perjanjian internasional.”

Baca juga: Rusia Kejar dan Usir Pesawat Mata-mata Inggris dengan MiG-31

Lebanon menambahkan, "Beirut akan mengajukan keluhan ke Dewan Keamanan (PBB)."

12 Agustus 2022 menandai peringatan 16 tahun persetujuan Resolusi PBB 1701, yang dirancang untuk mengakhiri permusuhan menyusul agresi Israel terhadap Lebanon pada 2006.

Menandai peringatan itu, Perdana Menteri Lebanon Fouad Siniora mengatakan, “Resolusi 1701 melindungi Lebanon dan menyelesaikan masalah kedaulatan di selatan demi negara Lebanon dalam menghadapi agresi dan ambisi musuh Israel.”

Baca juga: Pasukan Israel Eksekusi Pemuda Palestina di Depan Keluarganya di Yerusalem

“Implementasi Resolusi 1701, 16 tahun yang lalu, menghentikan agresi Israel terhadap Lebanon, didahului oleh keputusan bulat yang diadopsi Kabinet Lebanon berdasarkan dokumen Kesepakatan Nasional, konstitusi dan dokumen tujuh poin mengenai penempatan tentara Lebanon di seluruh wilayah selatan, setelah dilarang melakukannya selama lebih dari 30 tahun,” tegas dia.

Siniora menambahkan, “Resolusi 1701 menegaskan Resolusi 1559 dalam mencegah senjata ilegal di tanah Lebanon, dan Resolusi 1680 menyerukan demarkasi perbatasan Lebanon.”
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1905 seconds (11.97#12.26)