Pakar Perang: Rudal DF-21 Pembunuh Kapal Induk Momok bagi AS, China Cukup Gila

Senin, 15 Agustus 2022 - 08:01 WIB
loading...
Pakar Perang: Rudal...
DF-21D, senjata China yang dijuluki sebagai rudal pembunuh kapal induk, menjadi momok bagi Angkatan Laut AS. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Harry Kazianis, pakar strategi perang terkemuka, menggambarkan rudal DF21-D dan DF-26D China sebagai momok bagi Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) . DF-21D selama in dijuluki sebagai misil pembunuh kapal induk.

Kazianis mengatakan kepada Express.co.uk bahwa rudal-rudal China itu akan melakukan banyak kerusakan pada angkatan laut AS.

Dia memperingatkan bahwa China memiliki jumlah senjata seperti itu begitu banyak. "Sehingga sangat tidak mungkin Angkatan Laut AS akan mampu menembak jatuh semuanya," ujarnya.

Komentar Kazianis muncul ketika ketegangan antara AS dan China telah mencapai level bahaya baru dalam beberapa pekan terakhir setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi melakukan kunjungan ke Taiwan.



Militer China memperpanjang unjuk kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai pembalasan atas kunjungan tersebut, termasuk empat hari latihan militer mengelilingi Taiwan.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan kunjungan Pelosi memiliki dampak parah pada landasan politik hubungan China-AS dan secara serius melanggar kedaulatan dan integritas teritorial China.

Berbicara tentang reaksi China terhadap kunjungan Pelosi, Kazianis mengatakan: "Saya pikir kita pasti akan melihat kelanjutan dari lebih banyak uji coba rudal."

"Saya pikir apa yang juga akan Anda lihat adalah uji coba dua rudal spesifik China yang sangat penting," ujarnya.

"Satu disebut DF21-D dan satu lagi disebut DF-26D," katanya, yang dilansir Senin (15/8/2022).
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Apa itu Reciprocal Tariffs?...
Apa itu Reciprocal Tariffs? Kebijakan Kontroversial AS yang Ditetapkan Donald Trump
Senator AS Pecahkan...
Senator AS Pecahkan Rekor Mencela Trump dengan Pidato 25 Jam Non-Stop
Tak Hanya pada Indonesia,...
Tak Hanya pada Indonesia, Trump Terapkan Tarif untuk Israel dalam Perang Dagang Global
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran, AS Tak Bisa Berbuat Banyak
Selamatkan Puluhan Warga...
Selamatkan Puluhan Warga Korsel dari Kebakaran Hutan, WNI Bisa Dapat Visa Jangka Panjang
Ngeri! Remaja Singapura...
Ngeri! Remaja Singapura Rencanakan Pembunuhan 100 Muslim di 5 Masjid saat Salat Jumat
Rekomendasi
Arus Lalu Lintas di...
Arus Lalu Lintas di Jalur Puncak Meningkat, Polisi Berlakukan Sistem One Way
Efek Tarif Trump, Rupiah...
Efek Tarif Trump, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp16.772 per USD
Dihantui Tarif AS, Rupiah...
Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
Berita Terkini
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
39 menit yang lalu
Apa itu Reciprocal Tariffs?...
Apa itu Reciprocal Tariffs? Kebijakan Kontroversial AS yang Ditetapkan Donald Trump
1 jam yang lalu
Senator AS Pecahkan...
Senator AS Pecahkan Rekor Mencela Trump dengan Pidato 25 Jam Non-Stop
2 jam yang lalu
Tak Hanya pada Indonesia,...
Tak Hanya pada Indonesia, Trump Terapkan Tarif untuk Israel dalam Perang Dagang Global
3 jam yang lalu
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
4 jam yang lalu
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama di Yunani
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved