Legislator Jerman Akui Howitzer Bantuan untuk Ukraina Banyak yang Rusak

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 10:21 WIB
loading...
A A A
Menurut Faber, Kiev telah meminta bantuan dalam membangun fasilitas perbaikan mereka sendiri untuk menghindari pengiriman howitzer ke luar negeri untuk pemeliharaan.

Sementara Kiev belum secara resmi mengkonfirmasi pernyataan Faber, dilaporkan bulan lalu oleh Der Spiegel bahwa Ukraina telah memberi tahu Jerman bahwa sejumlah howitzer PzH 2000 tidak berfungsi setelah digunakan secara ekstensif.

Menurut outlet tersebut, Kementerian Pertahanan Jerman percaya bahwa masalah tersebut mungkin disebabkan oleh penembakan dengan intensitas tinggi, yang mungkin berdampak pada mekanisme pemuatan peluru artileri. Der Spiegel mengatakan 100 tembakan sehari dianggap sebagai "intensitas tembakan tingkat tinggi" untuk howitzer.

Baca juga: Sebulan Dikirim, Howitzer Bantuan Jerman untuk Ukraina Rusak

Jerman sejauh ini telah memasok Kiev dengan sepuluh howitzer PzH 2000 sementara lima lainnya disediakan oleh Belanda, yang telah menjanjikan tiga lagi.

Sementara itu, produsen senjata Jerman Krauss-Maffei Wegmann mencapai kesepakatan dengan pemerintah Ukraina pada akhir Juli yang akan membuat perusahaan memproduksi dan memasok Kiev dengan sekitar 100 PzH 2000 howitzer, menurut laporan Der Spiegel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Kebakaran Panti Asuhan...
Kebakaran Panti Asuhan Tewaskan Setidaknya 11 Orang, Termasuk Anak-Anak
Menteri Singapura Mendadak...
Menteri Singapura Mendadak Mundur usai Kontroversi Pesan Pribadi dengan Seorang Perempuan
Rekomendasi
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Terlibat Keributan,...
Terlibat Keributan, Keluarga Pemain Timnas Argentina Ditangkap Polisi AS
Berita Terkini
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved