Sejarah Daerah Krimea Ukraina yang Dihuni Penduduk Mayoritas Muslim
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Pada 1967, Suku Tatar mulai kembali ke Krimea. Saat itu, pemerintah baru Uni Soviet mengeluarkan keputusan untuk dilakukannya repatriasi warga Muslim Krimea ke tanah kelahirannya. Repatriasi itu baru terlaksana pada 1989. Pengaruh kekuasaan Uni Soviet berakhir setelah keruntuhan Uni Soviet pada 1991. Semenjak itu, Ukraina adalah negara yang berdaulat serta merdeka.
Baca: Zelensky Bersumpah Rebut Crimea dari Rusia
Pada 1991, sebuah badan perwakilan Tatar Krimea yang disebut Mejlis dibentuk. Sekolah dengan menggunakan bahasa Tatar Krimea pun diperkenalkan guna membalikkan dampak larangan Rusia terhadap bahasa tersebut.
Pada 2014, Rusia menduduki serta secara resmi mencaplok Krimea usai referendum yang disengketakan tersebut ditolak secara internasional. Pasukan pendudukan segera memulai menindak Suku Tatar Krimea serta aktivis pro Ukraina.
Pihak Rusia juga melarang Mejlis serta melabelinya sebagai ekstremis serta menutup saluran televisi Tatar. Sekitar 10 persen Suku Tatar di Krimea ini telah pindah sejak pencaplokan ke Kherson, kota di bagian selatan Ukraina hingga Kyiv.
Baca: Zelensky Bersumpah Rebut Crimea dari Rusia
Pada 1991, sebuah badan perwakilan Tatar Krimea yang disebut Mejlis dibentuk. Sekolah dengan menggunakan bahasa Tatar Krimea pun diperkenalkan guna membalikkan dampak larangan Rusia terhadap bahasa tersebut.
Pada 2014, Rusia menduduki serta secara resmi mencaplok Krimea usai referendum yang disengketakan tersebut ditolak secara internasional. Pasukan pendudukan segera memulai menindak Suku Tatar Krimea serta aktivis pro Ukraina.
Pihak Rusia juga melarang Mejlis serta melabelinya sebagai ekstremis serta menutup saluran televisi Tatar. Sekitar 10 persen Suku Tatar di Krimea ini telah pindah sejak pencaplokan ke Kherson, kota di bagian selatan Ukraina hingga Kyiv.
(esn)
Lihat Juga :