Iran Sangkal Tuduhan AS Berencana Bunuh Eks Penasihat Trump
Kamis, 11 Agustus 2022 - 04:31 WIB
loading...
Iran sangkal tudahan AS berencana membunuh eks penasihat Trump, John Bolton. Foto/New York Times
A
A
A
TEHERAN - Iran menolak tuduhan terhadap anggota Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) karena merencanakan untuk membunuh mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton . Iran menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan bermotivasi politik.
"Klaim tak berdasar seperti itu dibuat dengan tujuan dan motif politik," tulis kantor berita resmi Iran, IRNA, mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Naser Kanani.
“Otoritas kehakiman Amerika telah mengajukan tuduhan tanpa memberikan bukti yang sah dan dokumentasi yang diperlukan,” kataKananiseperti disitir dari Al Arabiya, Kamis (11/8/2022).
Kanani sendiri menggambarkan Bolton sebagai individu yang bangkrut secara politik dan tidak berharga.
Baca juga: John Bolton Mengaku Ikut Rancang Kudeta terhadap Para Pemimpin Asing
“Iran sangat memperingatkan terhadap tindakan apa pun terhadap warga negara Iran dengan dalih tuduhan konyol ini,” ujarnya.
Sebelumnya, AS mendakwa seorang anggota IRGC dengan merencanakan untuk membunuh Bolton, penentang keras rezim Iran yang menjabat sebagai penasihat keamanan nasional untuk mantan Presiden Donald Trump.
"Klaim tak berdasar seperti itu dibuat dengan tujuan dan motif politik," tulis kantor berita resmi Iran, IRNA, mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Naser Kanani.
“Otoritas kehakiman Amerika telah mengajukan tuduhan tanpa memberikan bukti yang sah dan dokumentasi yang diperlukan,” kataKananiseperti disitir dari Al Arabiya, Kamis (11/8/2022).
Kanani sendiri menggambarkan Bolton sebagai individu yang bangkrut secara politik dan tidak berharga.
Baca juga: John Bolton Mengaku Ikut Rancang Kudeta terhadap Para Pemimpin Asing
“Iran sangat memperingatkan terhadap tindakan apa pun terhadap warga negara Iran dengan dalih tuduhan konyol ini,” ujarnya.
Sebelumnya, AS mendakwa seorang anggota IRGC dengan merencanakan untuk membunuh Bolton, penentang keras rezim Iran yang menjabat sebagai penasihat keamanan nasional untuk mantan Presiden Donald Trump.
Lihat Juga :