Kesalahan Pilot, Jet F-16 AS Jatuhkan Bom Inert di Lahan Warga Jepang
Senin, 27 April 2020 - 09:55 WIB
loading...
Pesawat jet tempur F-16 Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A
A
A
TOKYO - Pada 7 November 2019, pasukan Amerika Serikat di Jepang (USFJ) mengumumkan bahwa pesawat jet tempur F-16 Amerika tak sengaja menjatuhkan bom GBU-12 inert di lahan pribadi warga selama penerbangan pelatihan. Hasil investigasi atas insiden itu kini telah keluar.
Laporan invetigasi dirilis Pasukan Udara Pasifik (PACAF) Amerika Serikat (AS). Menurut laporan tersebut, pilot F-16 AS yang ditugaskan ke Skuadron Tempur ke-14 melakukan kesalahan yang berakhir dengan penjatuhan bom GBU-12 inert.
Bom inert itu dijatuhkan di lahan pribadi warga di Prefektur Aomori. Lokasi penjatuhan bom inert ini di luar Draughon Range, sebuah area latihan pemboman milik pemerintah yang bejarak 15 mil sebelah utara Pangkalan Udara Misawa, Jepang.
"Dewan Investigasi Kecelakaan mengatakan mereka menemukan bukti meyakinkan bahwa kecelakaan itu adalah akibat kesalahan pilot, khususnya, kegagalan komunikasi selama prosedur penyebaran senjata bantuan yang menyebabkan insiden itu," bunyi laporan hasil investigasi PACAF.
"Dewan mengatakan bahwa pilot gagal untuk mengonfirmasi bahwa Tempat Tujuan Sensor (Sensor Point of Interest) yang telah ia pilih adalah target sebelum melepaskan perangkat," lanjut laporan tersebut, seperti dikutip Sputniknews, Senin (27/4/2020).
Laporan invetigasi dirilis Pasukan Udara Pasifik (PACAF) Amerika Serikat (AS). Menurut laporan tersebut, pilot F-16 AS yang ditugaskan ke Skuadron Tempur ke-14 melakukan kesalahan yang berakhir dengan penjatuhan bom GBU-12 inert.
Bom inert itu dijatuhkan di lahan pribadi warga di Prefektur Aomori. Lokasi penjatuhan bom inert ini di luar Draughon Range, sebuah area latihan pemboman milik pemerintah yang bejarak 15 mil sebelah utara Pangkalan Udara Misawa, Jepang.
"Dewan Investigasi Kecelakaan mengatakan mereka menemukan bukti meyakinkan bahwa kecelakaan itu adalah akibat kesalahan pilot, khususnya, kegagalan komunikasi selama prosedur penyebaran senjata bantuan yang menyebabkan insiden itu," bunyi laporan hasil investigasi PACAF.
"Dewan mengatakan bahwa pilot gagal untuk mengonfirmasi bahwa Tempat Tujuan Sensor (Sensor Point of Interest) yang telah ia pilih adalah target sebelum melepaskan perangkat," lanjut laporan tersebut, seperti dikutip Sputniknews, Senin (27/4/2020).
Lihat Juga :