Wabah Virus Baru Muncul di China, Taiwan Tingkatkan Kewaspadaan
Selasa, 09 Agustus 2022 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kutuk Israel, Putri Kerajaan UEA Bandingkan Kematian Muslim di Gaza dengan Holocaust
Studi tersebut mengatakan LayV adalah bagian dari keluarga Paramyxoviridae dari virus RNA untai negatif, yang dapat menyebabkan "penyakit fatal."
Kemunculannya terjadi saat pejabat kesehatan masyarakat di seluruh dunia masih menangani pandemi Covid-19 yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 6,4 juta orang.
Belum diketahui apakah patogen dapat menyebar dari manusia ke manusia, menurut para peneliti.
Pengujian pada hewan di daerah yang terkena dampak menunjukkan 5% anjing dan 2% kambing telah terinfeksi. Tikus mungkin menjadi pembawa utama LayV, karena 27% dinyatakan positif.
“Tak satu pun dari 35 manusia yang terinfeksi memiliki kontak dekat satu sama lain atau riwayat paparan umum,” ujar Chuang.
Pelacakan kontak menunjukkan tidak ada anggota keluarga atau individu lain yang terpapar orang yang terinfeksi virus tersebut.
Studi tersebut mengatakan LayV adalah bagian dari keluarga Paramyxoviridae dari virus RNA untai negatif, yang dapat menyebabkan "penyakit fatal."
Kemunculannya terjadi saat pejabat kesehatan masyarakat di seluruh dunia masih menangani pandemi Covid-19 yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 6,4 juta orang.
Belum diketahui apakah patogen dapat menyebar dari manusia ke manusia, menurut para peneliti.
Pengujian pada hewan di daerah yang terkena dampak menunjukkan 5% anjing dan 2% kambing telah terinfeksi. Tikus mungkin menjadi pembawa utama LayV, karena 27% dinyatakan positif.
“Tak satu pun dari 35 manusia yang terinfeksi memiliki kontak dekat satu sama lain atau riwayat paparan umum,” ujar Chuang.
Pelacakan kontak menunjukkan tidak ada anggota keluarga atau individu lain yang terpapar orang yang terinfeksi virus tersebut.
Lihat Juga :