Dianggap Menahan Bantuan, Uni Eropa Bikin Zelensky Naik Darah

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 17:05 WIB
loading...
Dianggap Menahan Bantuan,...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam Uni Eropa karena dianggap telah menahan bantuan sekitar USD8,18 miliar. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam Uni Eropa (UE), menuduh blok itu sengaja menahan bantuan USD8,18 miliar atau sekitar Rp121 triliun yang telah dijanjikan kepada negaranya di tengah konflik dengan Rusia .

"Setiap hari dan dengan cara yang berbeda, saya mengingatkan beberapa pemimpinUE bahwa pensiunan Ukraina, pengungsi kami, guru kami dan orang lain, yang bergantung pada pembayaran dari anggaran tidak boleh menjadi sandera dari keragu-raguan atau birokrasi mereka," kata Zelensky dalam sebuah video pidato di Telegram.

"UE telah menangguhkan alokasi USD8,18 miliar, dan penundaan buatan dalam bantuan keuangan makro untuk negara kita ini adalah kejahatan atau kesalahan,” dia bersikeras seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: Zelensky Ingin Bicara dengan Xi Jinping, Minta Bantuan Akhiri Invasi Rusia

Presiden Ukraina itu tidak menyebutkan negara-negara yang bertanggung jawab untuk menahan uang, tetapi menyatakan harapannya bahwa itu hanya kesalahan dan akan diperbaiki.

Awal pekan ini, wakil kepala kantor Zelensky, Igor Zhovkva, mengatakan bahwa Ukraina sejauh ini hanya menerima 1 miliar Euro (Rp15 triliun) dari Brussels, sementara beberapa negara Uni Eropa, termasuk Jerman memblokir transfer 8 miliar lainnya.

Dengan Kiev tidak dapat menambal lubang dalam anggarannya karena pertempuran dan situasi ekonomi yang mengerikan, UE berjanji pada bulan Mei untuk memberi Ukraina subsidi sebesar 9 miliar Euro (Rp137 triliun) dan pinjaman berbunga rendah pada akhir tahun 2022.

Baca juga: Zelensky Desak Warga Ukraina Menyingkir dari Garis Depan Pertempuran Donetsk

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014.

Mantan Presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Baca juga: Sutradara Ikonik Ini Bilang Putin-Zelensky Harus Minum Bir Bersama

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Sampaikan Belasungkawa,...
Sampaikan Belasungkawa, Menlu RI Tekankan Peran Sheikh Hamad bagi Persahabatan Indonesia-Qatar
Trump Sebut Sistem Pemilu...
Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia
Rekomendasi
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Berikut Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Wakil Ketua Komisi VIII...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Berita Terkini
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
Tambah 2 Lagi, Total...
Tambah 2 Lagi, Total 16 Tentara AS Tewas dalam Perang Melawan Iran
Mojtaba Khamenei: Tanda...
Mojtaba Khamenei: Tanda Tangan Trump di MoU AS-Iran Tak Berharga dan Tak Miliki Kredibilitas!
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved