Zelensky Desak Warga Ukraina Menyingkir dari Garis Depan Pertempuran Donetsk
Minggu, 31 Juli 2022 - 22:34 WIB
loading...
Zelensky Desak Warga Ukraina Menyingkir dari Garis Depan Pertempuran Donetsk. FOTO/TASS
A
A
A
KIEV - Presiden Ukraina mendesak warga sipil untuk meninggalkan wilayah garis depan Donetsk , tempat bentrokan sengit dengan militer Rusia. Permintaan ini datang bersamaan dengan permohonan Kiev yang meminta Palang Merah dan PBB untuk mendapatkan akses ke tentaranya yang ditahan oleh pasukan Moskow.
Zelensky memperingatkan dalam pidato hariannya, bahwa ribuan orang, termasuk anak-anak, masih berada di daerah medan pertempuran di kawasan itu. Menurut Gubernur Donetsk, 6 warga sipil tewas dan 15 terluka pada Jumat (29/7/2022).
Baca: Rusia: Batalion Elit Zelensky Telah Dihancurkan
"Sudah ada keputusan pemerintah tentang evakuasi wajib dari Donetsk," kata Zelensky, menggarisbawahi seruan pihak berwenang untuk meninggalkan wilayah yang terkepung dalam beberapa pekan terakhir, seperti dikutip dari AFP, Minggu (31/7/2022).
"Pergi, kami akan membantu," kata Zelensky. "Pada tahap perang ini, teror adalah senjata utama Rusia," lanjutnya. Perkiraan resmi Ukraina menyebutkan jumlah warga sipil yang masih tinggal di daerah kosong Donetsk antara 200.000 dan 220.000 jiwa.
Pemberitahuan evakuasi wajib yang diposting Sabtu malam mengatakan, musim dingin yang akan datang membuatnya menjadi masalah yang mendesak, terutama bagi lebih dari 50.000 anak-anak yang masih berada di wilayah tersebut.
"Mereka perlu dievakuasi. Anda tidak dapat menempatkan mereka dalam bahaya mematikan di musim dingin tanpa pemanas, cahaya, tanpa kemampuan untuk menghangatkan mereka," kata Kementerian Reintegrasi Wilayah Pendudukan Sementara Kiev dalam sebuah pernyataan.
Zelensky memperingatkan dalam pidato hariannya, bahwa ribuan orang, termasuk anak-anak, masih berada di daerah medan pertempuran di kawasan itu. Menurut Gubernur Donetsk, 6 warga sipil tewas dan 15 terluka pada Jumat (29/7/2022).
Baca: Rusia: Batalion Elit Zelensky Telah Dihancurkan
"Sudah ada keputusan pemerintah tentang evakuasi wajib dari Donetsk," kata Zelensky, menggarisbawahi seruan pihak berwenang untuk meninggalkan wilayah yang terkepung dalam beberapa pekan terakhir, seperti dikutip dari AFP, Minggu (31/7/2022).
"Pergi, kami akan membantu," kata Zelensky. "Pada tahap perang ini, teror adalah senjata utama Rusia," lanjutnya. Perkiraan resmi Ukraina menyebutkan jumlah warga sipil yang masih tinggal di daerah kosong Donetsk antara 200.000 dan 220.000 jiwa.
Pemberitahuan evakuasi wajib yang diposting Sabtu malam mengatakan, musim dingin yang akan datang membuatnya menjadi masalah yang mendesak, terutama bagi lebih dari 50.000 anak-anak yang masih berada di wilayah tersebut.
"Mereka perlu dievakuasi. Anda tidak dapat menempatkan mereka dalam bahaya mematikan di musim dingin tanpa pemanas, cahaya, tanpa kemampuan untuk menghangatkan mereka," kata Kementerian Reintegrasi Wilayah Pendudukan Sementara Kiev dalam sebuah pernyataan.
Lihat Juga :