Zelensky Buka Pintu untuk Pernikahan Sesama Jenis di Ukraina

Kamis, 04 Agustus 2022 - 10:02 WIB
loading...
Zelensky Buka Pintu...
Presiden Volodymyr Zelensky membuka pintu untuk melegalkan pernikahan sesama jenis di Ukraina. Foto/CNN
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah membuka pintu untuk melegalkan pernikahan sesama jenis di negaranya.

Itu sebagai respons atas petisi yang menyerukan agar pernikahan sesama jenis diperkenalkan di negara yang dilanda perang tersebut.

Dalam jawaban tertulis secara online, Zelensky menjelaskan bahwa tidak mungkin melegalkan pernikahan sesama jenis saat negara masih berperang, karena akan memerlukan perubahan konstitusi.

Namun dia mengatakan pemerintahnya telah mencari solusi mengenai legalisasi kemitraan sipil terdaftar di Ukraina sebagai bagian dari pekerjaan untuk membangun dan memastikan hak asasi manusia (HAM) dan kebebasan.

Baca juga: Rusia Sebut AS Telah Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina

Seruan untuk memperkenalkan pernikahan sesama jenis di Ukraina telah dipercepat oleh perang, karena sejumlah orang LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transgender dan queer) bertugas di militer.

"Kode Keluarga Ukraina mendefinisikan bahwa keluarga adalah unit utama dan utama masyarakat. Keluarga terdiri dari orang-orang yang hidup bersama, dihubungkan oleh kehidupan bersama, memiliki hak dan kewajiban bersama. Menurut Konstitusi Ukraina, pernikahan didasarkan atas persetujuan bebas dari seorang wanita dan seorang pria (Pasal 51)," tulis Zelensky di situs web Kepresidenan Ukraina, seperti dikutip CNN, Kamis (4/8/2022).

"Konstitusi Ukraina tidak dapat diubah selama darurat militer atau keadaan darurat (Pasal 157 Konstitusi Ukraina)," jelasnya.

Namun, Zelensky mengatakan dia akan bekerja dengan para menterinya untuk memastikan HAM dan kebebasan semua warga Ukraina.

“Dalam dunia modern, tingkat masyarakat demokratis diukur, antara lain, melalui kebijakan negara yang bertujuan untuk menjamin persamaan hak bagi semua warga negara. Setiap warga negara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat sipil, ia berhak atas semua hak dan kebebasan yang diabadikan dalam Konstitusi Ukraina," kata Zelensky.

"Semua orang bebas dan setara dalam martabat dan hak mereka."

Zelensky juga berterima kasih kepada lebih dari 28.000 orang yang menandatangani petisi untuk "posisi sipil aktif" mereka.

Di bawah hukum Ukraina, Presiden harus meninjau petisi yang mendapatkan lebih dari 25.000 tanda tangan.

Pada bulan Juni, PBB mengidentifikasi orang-orang LGBTQ sebagai kelompok yang secara khusus terkena dampak perang dan mengatakan para pengungsi LGBTQ dari negara tersebut seringkali menghadapi risiko pengucilan, eksploitasi, kekerasan dan pelecehan, dan menghadapi risiko perlindungan yang berbeda.

Ukraina melegalkan homoseksualitas setelah runtuhnya Uni Soviet, tetapi sikap anti-LGBTQ tetap berlaku di negara tersebut.

Menurut ILGA-Europe, diskriminasi di tempat kerja berdasarkan orientasi seksual dilarang di Ukraina, tetapi tidak ada pengakuan hukum atas hubungan sesama jenis.

Selain itu, pasangan sesama jenis dilarang mengadopsi anak dan tidak dilindungi oleh undang-undang kejahatan kebencian.

Organisasi tersebut menempatkan Ukraina di peringkat 39 dari 49 negara Eropa yang menjamin hak-hak LGBTQ.

Parade Pride biasanya berlangsung di Kiev setiap tahun, tetapi pada bulan Juni penyelenggara bergabung dengan acara serupa di negara tetangga Polandia, merayakannya di Warsawa di tengah perang di dalam negeri.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
ENHYPEN Siap Comeback...
ENHYPEN Siap Comeback Agustus 2026, Proyek Perdana Usai Heeseung Keluar
Biar Anak Nyaman ke...
Biar Anak Nyaman ke Dokter Gigi, Medikids Serpong Hadirkan Beragam Fasilitas
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved