ASEAN Sangat Terganggu dan Kecewa dengan Eksekusi Aktivis Myanmar
Rabu, 03 Agustus 2022 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Protes Eksekusi Aktivis, Kemenlu Prancis Panggil Dubes Myanmar
Militer Myanmar pekan lalu membela eksekusi para aktivis sebagai “keadilan bagi rakyat”. Junta militer menepis banjir kecaman internasional, termasuk oleh tetangga terdekatnya. Militer Myanmar mengatakan, para aktivis dijatuhi hukuman eksekusi karena membantu "aksi teror" oleh gerakan perlawanan sipil. Ini merupakan eksekusi pertama Myanmar dalam beberapa dekade terakhir.
Myanmar tidak akan diwakili oleh Menteri Luar Negerinya pada pertemuan minggu ini, juru bicara ketua ASEAN mengatakan pada hari Senin, setelah penguasa militernya menolak proposal untuk mengirim perwakilan non-junta sebagai gantinya.
Sejak akhir tahun lalu, ASEAN melarang junta Myanmar untuk bergabung dalam pertemuannya karena kurangnya kemajuan dalam mengimplementasikan rencana perdamaian. Beberapa anggota ASEAN lainnya, yang memiliki tradisi tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing, semakin lantang mengkritik para jenderal.
Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah menggambarkan eksekusi tersebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan tampaknya membuat “ejekan” terhadap rencana perdamaian ASEAN.
Militer Myanmar pekan lalu membela eksekusi para aktivis sebagai “keadilan bagi rakyat”. Junta militer menepis banjir kecaman internasional, termasuk oleh tetangga terdekatnya. Militer Myanmar mengatakan, para aktivis dijatuhi hukuman eksekusi karena membantu "aksi teror" oleh gerakan perlawanan sipil. Ini merupakan eksekusi pertama Myanmar dalam beberapa dekade terakhir.
Myanmar tidak akan diwakili oleh Menteri Luar Negerinya pada pertemuan minggu ini, juru bicara ketua ASEAN mengatakan pada hari Senin, setelah penguasa militernya menolak proposal untuk mengirim perwakilan non-junta sebagai gantinya.
Sejak akhir tahun lalu, ASEAN melarang junta Myanmar untuk bergabung dalam pertemuannya karena kurangnya kemajuan dalam mengimplementasikan rencana perdamaian. Beberapa anggota ASEAN lainnya, yang memiliki tradisi tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing, semakin lantang mengkritik para jenderal.
Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah menggambarkan eksekusi tersebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan tampaknya membuat “ejekan” terhadap rencana perdamaian ASEAN.
(esn)
Lihat Juga :