ASEAN Sangat Terganggu dan Kecewa dengan Eksekusi Aktivis Myanmar

Rabu, 03 Agustus 2022 - 17:57 WIB
loading...
ASEAN Sangat Terganggu...
Ilustrasi
A A A
PHNOM PENH - ASEAN akan dipaksa untuk mempertimbangkan kembali rencana perdamaian yang disepakati dengan Myanmar jika penguasa militer negara itu melakukan lebih banyak eksekusi terhadap para tahanan. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, Rabu (3/8/2022).

Blok 10 negara telah mendorong Myanmar untuk mematuhi "konsensus" perdamaian lima poin yang disepakati tahun lalu dan telah mengutuk eksekusi baru-baru ini terhadap empat aktivis demokrasi oleh junta militer Myanmar.

Baca: Menlu ASEAN Dorong Tindakan yang Lebih Keras pada Myanmar

“Jika lebih banyak tahanan dieksekusi, kami akan dipaksa untuk memikirkan kembali peran kami berhadapan dengan konsensus lima poin ASEAN,” kata Hun Sen, yang merupakan ketua ASEAN saat ini. Ia mengungkapkan hal itu di pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN.

Hun Sen mengatakan bahwa persatuan ASEAN telah ditantang oleh implikasi politik dan keamanan dari krisis di Myanmar, yang telah berkembang menjadi krisis ekonomi dan kemanusiaan. “Sementara konsensus lima poin tidak sesuai dengan keinginan semua orang, ada beberapa kemajuan termasuk dalam memberikan bantuan kemanusiaan,” jelasnya.

Tetapi menurutnya, situasi saat ini telah “berubah secara dramatis” dan dapat dilihat sebagai lebih buruk daripada sebelum perjanjian damai karena eksekusi junta terhadap para aktivis.

“Kamboja bersama dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya sangat kecewa dan terganggu dengan eksekusi para aktivis oposisi itu, meskipun ada seruan dari saya dan yang lain agar hukuman mati dipertimbangkan kembali,” kata Hun Sen.

Baca: Protes Eksekusi Aktivis, Kemenlu Prancis Panggil Dubes Myanmar

Militer Myanmar pekan lalu membela eksekusi para aktivis sebagai “keadilan bagi rakyat”. Junta militer menepis banjir kecaman internasional, termasuk oleh tetangga terdekatnya. Militer Myanmar mengatakan, para aktivis dijatuhi hukuman eksekusi karena membantu "aksi teror" oleh gerakan perlawanan sipil. Ini merupakan eksekusi pertama Myanmar dalam beberapa dekade terakhir.

Myanmar tidak akan diwakili oleh Menteri Luar Negerinya pada pertemuan minggu ini, juru bicara ketua ASEAN mengatakan pada hari Senin, setelah penguasa militernya menolak proposal untuk mengirim perwakilan non-junta sebagai gantinya.

Sejak akhir tahun lalu, ASEAN melarang junta Myanmar untuk bergabung dalam pertemuannya karena kurangnya kemajuan dalam mengimplementasikan rencana perdamaian. Beberapa anggota ASEAN lainnya, yang memiliki tradisi tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing, semakin lantang mengkritik para jenderal.

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah menggambarkan eksekusi tersebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan tampaknya membuat “ejekan” terhadap rencana perdamaian ASEAN.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Daftar 11 Pemimpin ASEAN...
Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved