Tak Perduli Sanksi AS, Bulan Depan Presiden Iran Berencana ke New York
Rabu, 03 Agustus 2022 - 15:02 WIB
loading...
Tak Perduli Sanksi AS, Bulan Depan Presiden Iran Berencana ke New York. FOTO/Reuters
A
A
A
TEHERAN - Presiden ultrakonservatif Iran, Ebrahim Raisi berencana melakukan perjalanan ke New York, Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri Sidang Umum PBB bulan depan. Raisi akan tetap menyambangi New York, meskipun ada sanksi AS terhadapnya.
“Perencanaan awal telah dilakukan untuk kehadiran Presiden di sesi Majelis Umum PBB,” kata Juru Bicara Pemerintah Iran, Ali Bahadori-Jahromi dalam konferensi pers mingguan, Selasa (2/8/2022), seperti dikutip dari AFP. Sidang Umum PBB dibuka di New York pada 13 September.
Baca: Iran Segera Bangun Reaktor Nuklir Baru di Isfahan, Ini Tujuannya
Raisi, yang berada di bawah sanksi AS sejak November 2019 karena “keterlibatan dalam pelanggaran hak asasi manusia yang serius”, tidak hadir dalam Sidang Umum tahun lalu karena pandemi COVID-19. Sebuah video pra-rekaman dari pidatonya diputar ke pertemuan sebagai gantinya.
Ketika Washington menambahkan namanya ke daftar hitam pejabat Iran, Raisi masih menjadi kepala pengadilan. Ia baru menduduki kursi Presiden Iran pada Juni 2021. Washington menuduhnya memainkan peran utama dalam eksekusi massal orang-orang kiri yang ditahan pada tahun 1988, ketika dia menjadi kepala jaksa pengadilan revolusioner Teheran.
Raisi telah membantah tuduhan itu pada dua kesempatan - pada 2018 dan 2020 - bersikeras dia tidak memainkan peran dalam eksekusi, meskipun dia memuji perintah yang dia katakan diturunkan oleh pendiri republik Islam Ayatollah Ruhollah Khomeini untuk melanjutkan pembersihan.
Baca: Raisi Beri Tahu Putin Ekspansi NATO Ancaman Serius Saat Rusia Invasi Ukraina
“Perencanaan awal telah dilakukan untuk kehadiran Presiden di sesi Majelis Umum PBB,” kata Juru Bicara Pemerintah Iran, Ali Bahadori-Jahromi dalam konferensi pers mingguan, Selasa (2/8/2022), seperti dikutip dari AFP. Sidang Umum PBB dibuka di New York pada 13 September.
Baca: Iran Segera Bangun Reaktor Nuklir Baru di Isfahan, Ini Tujuannya
Raisi, yang berada di bawah sanksi AS sejak November 2019 karena “keterlibatan dalam pelanggaran hak asasi manusia yang serius”, tidak hadir dalam Sidang Umum tahun lalu karena pandemi COVID-19. Sebuah video pra-rekaman dari pidatonya diputar ke pertemuan sebagai gantinya.
Ketika Washington menambahkan namanya ke daftar hitam pejabat Iran, Raisi masih menjadi kepala pengadilan. Ia baru menduduki kursi Presiden Iran pada Juni 2021. Washington menuduhnya memainkan peran utama dalam eksekusi massal orang-orang kiri yang ditahan pada tahun 1988, ketika dia menjadi kepala jaksa pengadilan revolusioner Teheran.
Raisi telah membantah tuduhan itu pada dua kesempatan - pada 2018 dan 2020 - bersikeras dia tidak memainkan peran dalam eksekusi, meskipun dia memuji perintah yang dia katakan diturunkan oleh pendiri republik Islam Ayatollah Ruhollah Khomeini untuk melanjutkan pembersihan.
Baca: Raisi Beri Tahu Putin Ekspansi NATO Ancaman Serius Saat Rusia Invasi Ukraina
Lihat Juga :