Tingkatkan Kekuatan Tentaranya, China Kirim Pelatih Bela Diri ke Perbatasan

Senin, 29 Juni 2020 - 12:10 WIB
loading...
A A A
“Kita tidak boleh mengabaikan respons India, tetapi kita tidak boleh membiarkan penjagaan kita melemah,” Qiao Liang, pensiunan mayor jenderal China dan pakar militer, dilansir South China Morning Post. “China harus mengambil inisiatif untuk menghadapi konflik militer yang lebih serius di perbatasan,” katanya. (Baca juga: Covid-19 di Kabupaten Bekasi Menyisakan 10 Kasus)

Qiao mengungkapkan, jika China menghadapi perang harus bergerak cepat dari skala kecil menjadi menengah sehingga bisa mengakibatkan penderitaan bagi musuh. Dia juga memprediksi bahwa kekuatan tempur China lebih kuat dibandingkan negara lain seperti India, Amerika Serikat, dan Taiwan.

Sedangkan Wan Yunfei, pakar tentara Angkatan Laut China, mengungkpkan Beijing tak perlu memperkuat pasukan di garda depan. Yang penting tidak menjadi tidak terjadi penyusupan. “Kita harus memperkuat pengawasan di perbatasan dan mengawasi pergerakan pasukan India,” katanya.

Kantor berita India melaporkan tentara India telah diizinkan menggunakan senjata api dalam kasus luar biasa di garis perbatasan. Pemerintah India telah meningkatkan anggaran untuk membeli amunisi dan senjata. (Lihat videonya: Lima Rumah warga Terseret Longsor di Palopo)

“Klaim kedaulatan China di Lembah Galwan di Ladakh merupakan hal yang tak bisa diterima,” kata Duta Besar India untuk China, Vikram Misir. Dia meminta China agar bertanggung jawab dan menurunkan ketegangan di Kawasan konflik. “Semuanya adalah tanggung jawab China dalam memandang hubungan China-India dan menentukan arah hubungan kedepannya,” katanya kepada Press Trust of India. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Berita Terkini
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved