Kecil Kemungkinan China Gabung Perjanjian Kontrol Senjata Rusia-AS

Minggu, 28 Juni 2020 - 21:54 WIB
loading...
Kecil Kemungkinan China...
Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - China tampaknya tidak mungkin bergabung dengan apa yang diharapkan Amerika Serikat akan menjadi kesepakatan trilateral tentang pengurangan senjata nuklir dalam waktu dekat. Hal ini, menurut sejumlah pakar, karena kurangnya kejelasan dari Washington.

"Prospek untuk kemajuan jangka pendek melibatkan China dalam proses 'trilateral' sangat rendah dan mengingat bahwa administrasi Trump belum menjelaskan bagaimana ia mengusulkan agar China dapat berkontribusi dalam proses," ucap Daryl Kimball, kepala Asosiasi Pengendalian Senjata.

(Baca: Tiga Pesawat AS Buru Kapal Selam China di Laut China Selatan )

Menurutnya, AS benar-benar mencari dialog dengan China. Tetapi, di saat yang sama, AS juga secara sinis berusaha menggambarkan China sebagai penghambat pengurangan senjata nuklir. Sedangkan pada kenyataannya, AS dan Rusia yang memiliki 90 persen senjata nuklir dunia.

Menurut data Asosiasi Kontrol Senjata yang berbasis di AS, pada tahun 2019 Rusia dan AS masing-masing diperkirakan memiliki sedikit lebih dari 6.000 hulu ledak, sementara China memiliki 290, Prancis 300, dan Inggris 200.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved