Semakin Mengkhawatirkan, Spanyol Laporkan Kematian Kedua akibat Cacar Monyet

Minggu, 31 Juli 2022 - 14:12 WIB
loading...
Semakin Mengkhawatirkan,...
Spanyol laporkan kematian kedua akibat cacar monyet. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
BARCELONA - Spanyol pada Sabtu melaporkan kematian kedua dalam beberapa hari terakhir akibat cacar monyet . Ini diyakini sebagai kematian pertama yang dikonfirmasi dari penyakit ini di Eropa sejak penyebarannya di luar Afrika baru-baru ini.

Kementerian Kesehatan Spanyol yang berbasis di Madrid mengatakan kedua korban yang tewas adalah pria muda. Kementerian itu juga melaporkan kematian pertamanya pada hari Jumat lalu, hari yang sama ketika Brasil juga melaporkan kematian pertamanya akibat cacar monyet.

Baca juga: Dua Negara Laporkan Kematian Akibat Cacar Monyet, Pertama di Luar Afrika

Kematian di luar Afrika terjadi satu minggu setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

“Pemberitahuan kematian akibat cacar monyet tidak mengubah penilaian kami tentang wabah di Eropa. Kami tahu bahwa meskipun penyakit ini sembuh sendiri dalam banyak kasus, cacar monyet dapat menyebabkan komplikasi yang parah,” jelas Catherine Smallwood, Pejabat Darurat Senior di WHO Eropa.

“Dengan penyebaran cacar monyet yang terus berlanjut di Eropa, kita akan melihat lebih banyak kematian. Tujuan kami harus memutus transmisi dengan cepat di Eropa dan menghentikan wabah ini,” katanya seperti dikutip dari AP, Minggu (31/7/2022).

Pada hari Jumat, kementerian kesehatan Spanyol melaporkan 4.298 orang terinfeksi virus, menjadikannya negara Eropa terbanyak untuk kasus cacar monyet. Dari jumlah itu, sekitar 3.500 kasus adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki lain. Hanya 64 yang perempuan terinfeksi.

Kementerian mengatakan 120 membutuhkan perhatian rumah sakit.

Baca juga: Cacar Monyet Mewabah, San Francisco Umumkan Keadaan Darurat

Smallwood mengatakan sekitar 8% kasus cacar monyet di Eropa memerlukan rawat inap.

Secara global, wabah cacar monyet telah mencatat lebih dari 22.000 kasus di hampir 80 negara sejak Mei. Ada 75 dugaan kematian di Afrika, sebagian besar di Nigeria dan Kongo, di mana bentuk cacar monyet yang lebih mematikan menyebar daripada di Barat.

Di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, sebagian besar infeksi cacar monyet terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria, meskipun pejabat kesehatan telah menekankan bahwa siapa pun dapat tertular virus itu.

Monkeypox telah menjadi endemik di beberapa bagian Afrika selama beberapa dekade. Lompatannya ke Eropa dan Amerika Utara dihubungkan oleh para ahli ke dua pesta di Belgia dan Spanyol.

Otoritas kesehatan Spanyol mengelola 5.300 vaksin yang diterima Spanyol dari skema pembelian vaksin bersama Uni Eropa. Petugas kesehatan mengatakan itu jauh lebih sedikit daripada jumlah yang dibutuhkan untuk menutupi kelompok berisiko.

Baca juga: WHO: Ada Lebih dari 18.000 Kasus Cacar Monyet, Sebagian Besar di Eropa

Tetapi ketergesaan untuk membeli vaksin terbatas oleh negara-negara Barat yang lebih kaya membuat Afrika ditinggalkan dalam bahaya.

Cacar monyet menyebar terutama melalui kontak kulit dengan kulit, tetapi juga dapat ditularkan melalui seprai yang telah digunakan oleh seorang penderita cacar monyet. Gejalanya meliputi demam, nyeri tubuh, kedinginan, kelelahan, dan gatal-gatal.

Penyakit ini relatif ringan pada banyak pria. Tetapi orang bisa menular selama berminggu-minggu, dan lesinya bisa sangat menyakitkan.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Spanyol Panggil Dubes...
Spanyol Panggil Dubes Israel Terkait Pencegatan Armada Gaza
Sering Dikritik Spanyol,...
Sering Dikritik Spanyol, AS Ancam Tangguhkan Keanggotaan Negeri Matador di NATO
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Tegang dengan AS, Negara...
Tegang dengan AS, Negara NATO Ini Merapat ke China
Bukan Negara Muslim,...
Bukan Negara Muslim, tapi Justru Dihukum Israel karena Kecam Kebrutalan Zionis
Spanyol Tutup Wilayah...
Spanyol Tutup Wilayah Udaranya untuk Pesawat AS yang Terlibat Perang Lawan Iran
Bad Bunny Tampil Bersejarah...
Bad Bunny Tampil Bersejarah di Super Bowl, Ajak Dua Sejoli Menikah!
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Diteror Beruang, Kota...
Diteror Beruang, Kota di Jepang Ini Lumpuh
Rekomendasi
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Infografis
Akibat Meminum Kopi...
Akibat Meminum Kopi Berlebihan, dari Obesitas hingga Kematian Dini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved