Diduga Digunakan Rusia untuk Intervensi Pemilu, FBI Gerebek Kantor di Florida
Sabtu, 30 Juli 2022 - 11:42 WIB
loading...
A
A
A
"Pada 2019, sebelum pemilihan utama, Ionov menulis kepada seorang pejabat Rusia bahwa dia telah berkonsultasi setiap minggu tentang kampanye tersebut," kata rilis Departemen Kehakiman AS.
"Setelah UIC-4 maju ke pemilihan umum, Petugas FSB 1 menulis kepada Ionov bahwa 'kampanye pemilihan kami agak unik, dan bertanya, 'apakah kami yang pertama dalam sejarah?' Ionov kemudian mengirim FSB Officer 1 rincian tambahan tentang pemilihan, merujuk pada UIC-4 sebagai kandidat 'yang kami awasi.'," sambung rilis itu.
Departemen Kehakiman AS juga mengatakan bahwa di awal "konspirasi," anggota Kelompok Politik AS 1, UIC-1, UIC-2 dan UIC-3, bertukar email tentang fakta bahwa Ionov bekerja atas nama pemerintah Rusia.
Baca juga: Menlu Rusia Gantung Permintaan Telepon Menlu AS
"Kelompok politik lain yang diduga dia rekrut berlokasi di Georgia dan California," kata Departemen Kehakiman AS.
Dia didakwa berkonspirasi agar warga AS bertindak sebagai agen ilegal pemerintah Rusia dan bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara jika terbukti bersalah.
"Setelah UIC-4 maju ke pemilihan umum, Petugas FSB 1 menulis kepada Ionov bahwa 'kampanye pemilihan kami agak unik, dan bertanya, 'apakah kami yang pertama dalam sejarah?' Ionov kemudian mengirim FSB Officer 1 rincian tambahan tentang pemilihan, merujuk pada UIC-4 sebagai kandidat 'yang kami awasi.'," sambung rilis itu.
Departemen Kehakiman AS juga mengatakan bahwa di awal "konspirasi," anggota Kelompok Politik AS 1, UIC-1, UIC-2 dan UIC-3, bertukar email tentang fakta bahwa Ionov bekerja atas nama pemerintah Rusia.
Baca juga: Menlu Rusia Gantung Permintaan Telepon Menlu AS
"Kelompok politik lain yang diduga dia rekrut berlokasi di Georgia dan California," kata Departemen Kehakiman AS.
Dia didakwa berkonspirasi agar warga AS bertindak sebagai agen ilegal pemerintah Rusia dan bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara jika terbukti bersalah.
(ian)
Lihat Juga :