Serangan Rudal Rusia Tewaskan Puluhan Tentara Asing, Mayoritas Asal Polandia

Selasa, 26 Juli 2022 - 23:45 WIB
loading...
Serangan Rudal Rusia...
Serangan rudal Rusia tewaskan puluhan tentara asing, mayoritas asal Polandia. Foto/Russia Today
A A A
MOSKOW - Lebih dari 40 tentara asing, sebagian besar adalah warga negara Polandia , tewas oleh serangan rudal Rusia di Donbas, Ukraina . Demikian klaim Kementerian Pertahan Rusia, Selasa (26/7/2022).

"Rudal presisi tinggi berbasis udara menghantam titik penempatan sementara unit Legiun Internasional Ukraina di dekat Konstantinovka di Republik Rakyat Donetsk (DPR), dan menghabisi lebih dari 40 tentara bayaran asing, kebanyakan dari mereka orang Polandia,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Russia Today.

Ini menambah daftar pejuang asing yang kehilangan nyawa saat berjuang untuk Ukraina. Pekan lalu, Rusia mengatakan angkatan bersenjatanya telah membunuh hingga 250 tentara bayaran di pemukiman yang sama, menghancurkan sejumlah kendaraan militer.

Militer Rusia juga melakukan serangan udara terhadap posisi Brigade Mekanik ke-72 Angkatan Darat Ukraina di desa Zaitsevo, menghancurkan lebih dari 70 “nasionalis” dan satu gudang amunisi.

Baca juga: Terungkap, Inggris Imingi Pilot Tempur Rusia Uang agar Melawan Putin

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa serangan presisi tinggi di dekat kota Nikolayev di Ukraina selatan telah menghancurkan satu batalyon artileri Brigade Infanteri Bermotor ke-59 Ukraina.

"Brigade mengalami kerugian lebih dari 70% personel dan peralatan militernya," menurut pengarahan Kementerian Pertahan Rusia.

Unit militer legiun internasional Kiev dibentuk pada akhir Februari atas permintaan Presiden Volodymyr Zelensky, dan secara resmi dikenal sebagai Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina.

Menurut data Kementerian Pertahanan Rusia, per 17 Juni, 6.956 warga asing dari 64 negara telah tiba di Ukraina guna berjuang untuk negara itu sejak serangan Rusia pada 24 Februari.

Baca juga: Drone Ukraina Jatuhkan Bom di Pos Pemeriksaan Perbatasan Rusia

"Sebanyak 1.956 di antaranya tewas, sementara 1.779 telah meninggalkan negara itu," kata Kementerian Pertahanan Rusia saat itu.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014.

Sejak saat itu, mantan presiden Ukraina Pyotr Poroshenko mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Baca juga: Zelensky Desak Eropa Balas Perang Gas Rusia dengan Peningkatan Sanksi

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved