RS Terbesar Sri Lanka Bangkrut, Pasien Masih Kesakitan Tak Diobati

Selasa, 26 Juli 2022 - 14:19 WIB
loading...
A A A
"Sistem perawatan kesehatan Sri Lanka yang dulu kuat sekarang dalam bahaya," kata Koordinator Residen PBB Hanaa Singer-Hamdy dalam sebuah pernyataan.

"Yang paling rentan menghadapi dampak terbesar."

Bank Dunia baru-baru ini mengalihkan dana pembangunan untuk membantu Sri Lanka membayar obat-obatan yang sangat dibutuhkan, termasuk vaksin anti-rabies.

India, Bangladesh, Jepang, dan negara-negara lain telah membantu dengan sumbangan untuk sektor perawatan kesehatan, sementara warga Sri Lanka yang tinggal di luar negeri ikut serta dengan mengirimkan obat-obatan dan peralatan medis ke rumah.

Tetapi Presiden baru Ranil Wickremesinghe telah memperingatkan bahwa krisis ekonomi negara itu kemungkinan akan berlanjut hingga akhir tahun depan, dan Sri Lanka menatap prospek krisis kesehatan masyarakat yang lebih buruk yang akan datang.

Hiperinflasi telah mendorong harga pangan begitu tinggi sehingga banyak rumah tangga berjuang untuk memenuhi kebutuhan makan mereka sendiri.

Menurut Program Pangan Dunia, hampir lima juta orang—22 persen dari populasi—membutuhkan bantuan makanan, dengan lebih dari lima dari setiap enam keluarga melewatkan makan, makan lebih sedikit atau membeli makanan berkualitas rendah.

"Jika krisis berlarut-larut, lebih banyak bayi akan meninggal, dan malnutrisi akan merajalela di Sri Lanka," kata Dr Vasan dari asosiasi petugas medis kepada AFP.

"Ini akan membawa sistem perawatan kesehatan kita ke ambang kehancuran."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Kisah Penipu Paling...
Kisah Penipu Paling Setia: Palsukan Slip Pembayaran RS hingga 4 Tahun demi Selamatkan Nyawa Istri
Spirit Airlines Tutup...
Spirit Airlines Tutup karena Jadi Korban Perang Iran, Ini Respons Pemerintah Trump
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
Sri Lanka Diterjang...
Sri Lanka Diterjang Krisis Ekonomi akibat Perang Iran, Indonesia Harus Waspada
Sri Lanka Tolak Permintaan...
Sri Lanka Tolak Permintaan AS untuk Mendaratkan 2 Jet Tempur di Bandara Mattala
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Gelar Sarjana Tak Cukup,...
Gelar Sarjana Tak Cukup, Masih Berliku untuk Menjadi Dokter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved