Profil Aidh Al-Qarni, Ulama Arab Saudi yang Pernah Jadi Korban Penyerangan di Filipina

Senin, 25 Juli 2022 - 14:21 WIB
loading...
Profil Aidh Al-Qarni,...
Syekh Aidh al-Qarni, ulama Arab Saudi yang pernah jadi korban penyerangan di Filipina. Foto/Al Arabiya
A A A
JAKARTA - Seorang ulama Arab Saudi pernah menjadi korban penyerangan di Filipina. Ulama tersebut bernama Syekh Aidh al-Qarni.

Dikutip dari Al-Arabiya News, dia bersama seorang diplomat Arab Saudi terluka dalam penyerangan yang dilakukan oleh seorang pria bersenjata dan dua rekannya.

Siapa sebenarnya Syekh Aidh al-Qarni?

Syekh Dr Aidh ibn Abdullah al-Qarni merupakan seorang cendekiawan, penulis, dan aktivis muslim Arab Saudi. Ulama kelahiran 1960 ini berasal dari keluarga Majdu di perkampungan al-Qarn, bagian selatan Kerajaan Arab Saudi.

Dibesarkan oleh keluarga yang taat agama, sejak kecil dia sudah diperkenalkan oleh ayahnya dengan aktivitas keagamaan. Selain itu, ayahnya juga turut memperkenalkan berbagai macam buku bacaan kepadanya.

Baca juga: Mohammed bin Salman Akan Bangun Pencakar Langit dari Cermin di Gurun Senilai Rp14.985 Triliun

Pada riwayat pendidikannya, al-Qarni pernah menimba ilmu di Madrasah Ibtidaiyah Ali Salman. Setelahnya, dia lanjut ke Ma’had Ilmi semenjak di bangku SMP. Dia menamatkan gelar sarjana (Lc), Magister (M.A), dan doktor di Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud, Riyadh, Arab Saudi.

Saat berusia 23 tahun, dia telah hafal Al-Qur’an dan Kitab Bulughul Maram. Selain itu, dia juga mengajarkan sekitar 5.000-an Hadits dan 10.000-an bait syair. Sekitar 1.000-an judul kaset berisikan ceramah, kuliah, serta kumpulan syair dan puisinya telah dipublikasikan.

Selain memberikan ceramah seputar agama, al-Qarni juga menulis berbagai buku. Salah satu karyanya yang cukup terkenal adalah buku berjudul La Tahzan.

Dalam riwayat hidupnya, ulama Arab Saudi ini pernah masuk penjara. Menurutnya, dirinya berada di balik jeruji besi karena telah menulis 50 bait qasidah (puisi) yang dianggap memiliki unsur atau pengaruh politik yang berlawanan dengan pemerintah.

Sekitar tahun 2016, al-Qarni menjadi korban serangan bersenjata saat berada di Filipina.

Peristiwa tersebut terjadi setelah dia meninggalkan auditorium Universitas di Kota Zamboanga, Filipina. Sebelumnya, dia telah memberikan sebuah pidato di tempat tersebut.

Penyerangan dilakukan oleh seorang pria bersenjata bersama dua rekannya. Dalam peristiwa ini, al-Qarni dan diplomat Arab Saudi Syaikh Turki Assaegh berhasil selamat, namun keduanya terluka.

Pengawal polisi Filipina berhasil membunuh penyerang tunggal dan membekuk dua tersangka lainnya.

Rekaman yang ditayangkan oleh stasiun berita lokal MENSAH TV, menunjukkan pria bersenjata itu muncul dari kerumunan, bergerak mendekat dan menembak korban saat dia menaiki mobilnya.

Juru bicara polisi setempat, Inspektur Kepala Helen Galvez, menambahkan bahwa pria bersenjata itu kemudian berjalan ke sisi lain kendaraan dan menembak diplomat Saudi.

Aidh al-Qarni ditembak di bahu kanan, lengan kiri dan dada sementara Assaegh, terluka di paha kanan dan kaki kirinya.

Salah satu laporan mengatakan bahwa percobaan pembunuhan ini memiliki hubungan dengan kelompok militan ISIS. Seperti diketahui sebelumnya al-Qarni telah masuk target pembunuhan kelompok tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Profil Djamari Chaniago,...
Profil Djamari Chaniago, Mantan Pangkostrad yang Dilantik Jadi Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved