Perang Sengit, Ukraina Klaim Hancurkan Sistem Rudal S-300 Rusia

Senin, 25 Juli 2022 - 07:13 WIB
loading...
A A A
Versi rudal Kh-32 dikreditkan untuk serangan di pusat perbelanjaan Kremenchuk yang menewaskan 18 orang dan kompleks apartemen Odessa yang menewaskan 20 orang pada Juni.

Terlepas dari niat asli senjata-senjata ini, dengan persediaan mereka yang semakin menipis, pasukan Rusia terpaksa mengandalkan S-300 dan Kh-32 untuk menyerang target darat.

Untuk melakukannya, mereka telah dilengkapi dengan sistem GPS yang memungkinkan mereka untuk secara kasar diarahkan ke sasaran militer.

“Uni Soviet membangun persediaan amunisi dalam jumlah besar untuk sistem senjata pilihannya dan S-300 telah digantikan oleh sistem [permukaan-ke-udara] baru yang lebih maju. Akan ada banyak rudal S-300 di inventaris Rusia," bunyi laporan intelijen Barat baru-baru ini.

"Akan masuk akal dari perspektif Kremlin untuk menyesuaikan S-300 dengan kemampuan GPS dan memindahkannya ke peran yang berbeda. Tetapi masalahnya adalah pada akhirnya mereka tetap menjadi senjata pemogokan presisi tingkat kedua dan lebih banyak lagi orang yang tidak bersalah akan mati sebagai akibatnya," lanjut laporan tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved