Tandingi China, India Kerahkan Banyak Pasukan di Dekat Ladakh

Sabtu, 27 Juni 2020 - 13:23 WIB
loading...
Tandingi China, India...
Konvoi Angkatan Darat India bergerak di sepanjang jalan raya menuju Ladakh, di Gagangeer di distrik Ganderbal di Kashmir, 18 Juni 2020. Foto/REUTERS/Danish Ismail
A A A
NEW DELHI - India , untuk pertama kalinya, mengakui telah mengerahkan banyak pasukan di dekat Ladakh, wilayah di Himalaya yang jadi sengketa dengan China .

New Delhi klaim pasukan yang dikerahkan menyamai dengan jumlah pasukan yang dikerahkan Beijing. Aksi saling kerahkan pasukan ini terjadi setelah bentrok mematikan kedua negara bersenjata nuklir tersebut bulan ini.

Kementerian Luar Negeri India menuduh China menyebabkan ketegangan dengan memulai penyebaran militer lebih dulu. Kementerian itu memperingatkan hubungan kedua negara dapat dirusak jika pertikaian berlanjut. (Baca: Cerita 120 Tentara India Dikepung Pasukan China, Sebagian Dimutilasi )

Seperti diketahui, militer kedua negara bentrok pada 15 Juni di wilayah Ladakh. Sebanyak 20 tentara India terbunuh, sedangkan China menolak mengonfirmasi tentang kemungkinan adanya korban jiwa di pihaknya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Anurag Srivastava mengatakan; "(Pasukan) kedua belah pihak tetap dikerahkan dalam jumlah besar di wilayah tersebut, sementara kontak militer dan diplomatik terus berlanjut."

Srivastava mengatakan "tindakan China" di perbatasan tidak resmi—yang dikenal sebagai Garis Kontrol Aktual (LAC)—menyebabkan bentrok mematikan bulan ini dengan batu dan pentungan. Tidak ada tembakan dalam konflik tersebut.

"Inti masalahnya adalah bahwa sejak awal Mei, pihak China telah mengumpulkan kontingen besar pasukan dan persenjataan di sepanjang LAC," tuduh Srivasta, seperti dikutip AFP, Sabtu (27/6/2020).

Dia menambahkan bahwa China telah menghalangi patroli India karena melanggar perjanjian yang dibuat untuk menghindari pertikaian kedua pihak. Kedua negara bersenjata nuklir ini pernah berperang di perbatasan pada tahun 1962 dan secara teratur terlibat bentrok sejak itu.

Srivastava mengatakan pasukan China telah membangun "struktur" di sisi India dari garis demarkasi mereka di Lembah Galwan, Ladakh. (Baca: Konflik dengan India, China Kerahkan 10.000 Tentara dan Sistem Rudal )

"Meskipun ada beberapa pemberangkatan di masa lalu, tindakan pasukan China tahun ini sepenuhnya mengabaikan semua norma yang disepakati bersama," ujarnya.

"India harus melakukan penyebaran (pasukan) kontra karena penumpukan (pasukan) China," paparnya.

Komandan militer kedua negara telah mengadakan pembicaraan dan kedua menteri luar negeri juga telah membahas cara-cara untuk mengakhiri pertikaian.

"Perdamaian dan ketenangan di daerah perbatasan adalah dasar dari hubungan bilateral kami," kata Srivastava, yang menuntut agar China menindaklanjuti janjinya untuk mengurangi ketegangan.

"Kelanjutan dari situasi saat ini hanya akan merusak suasana untuk pengembangan hubungan."

Beijing sebelumnya menuduh pasukan India yang menyebabkan bentrok mematikan 15 Juni lalu dengan menyerang tentara China. (Baca juga: Dansatgas Kizi TNI Konga: Serma Rama Wahyudi Gugur Akibat Tertembak )

Beijing juga meminta India untuk segera menghentikan semua tindakan yang melanggar aturan dan provokatif.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi 4 Orang
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved